Tampilkan postingan dengan label modernisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modernisasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2011

Multiras di Korea Selatan

Tadi pagi saya melihat acara hand in hand di saluran Arirang TV yang mengangkat pembahasan mengenai anak-anak bi-rasial di sana. Jujur saya sangat tertarik dengan pembahasan ini karena saya melihat perbedaan fenomena ttg orang-orang bi-rasial ini dengan yang ada di Indonesia.

Tidak seperti di Indonesia yang sangat terbuka dengan masyarakat multiras, Korea Selatan justru sangat tertutup dengan perbedaan ras ini. Mungkin karena Indonesia memiliki 33 propinsi+300 lebih suku serta beraneka ragam ras sehingga masyarakat kita tidak lagi membeda-bedakan masyarakat berdasarkan ras (bahkan orang-orang multiras laku keras di dunia hiburan Indonesia). Sedangkan Korea Selatan yang tingkat “cinta negara”nya sangat tinggi merasa bahwa masyarakat multiras merupakan foreigner di negara mereka. Sempat saya melihat acara showbiz Korea (acara gosip ala seleb korea) pernah membahas bahwa di negri ginseng tsb akan sangat jarang menemukan seleb multiras, kalaupun ada maka bisa dihitung dgn jari.

Nah..ketika saya nonton acara Hand in Hand yg membahas masalah anak-anak multiras baru saya mengerti knp hal ini bisa terjadi. Di acara itu diceritakan kisah beberapa anak yang memiliki ssetengah darah Korea dan setengah darah negara asing, salah satunya adalah kisah seorang anak SD bernama Hyeong Min yang memiliki orang tua berbeda bangsa. Ibunya adalah seorang korea asli sedangkan ayahnya berasal dari Nigeria, dari pernikahan silang tersebut menyebabkan Hyeong Min memiliki kulit berwarna gelap layaknya ras negroid. Selama di sekolah, ia selalu mendapatkan pandangan negatif baik dari teman sekelas maupun guru-gurunya. Ia selalu dianggap sebagai trouble maker dan kasar, bahkan salah satu gurunya ada yang berpendapat bahwa hyeong min bersikap seperti itu karna lingkungan rumahnya tidak bagus (karna ayahnya bukan orang korea). Hal ini menyebabkan hyeong min mendapat perlakuan berbeda dari lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

Tidak hanya hyeong min yang mengalami kejadian seperti ini, ada beberapa anak lg yang diceritakan dalam acara ini namun (maaf) saya tidak ingat nama-nama mereka. Ada seorang anak blasteran Jepang-Korea & anak blasteran China-Korea juga mengalami hal yg sama. Walaupun pada dasarnya mereka masih satu ras (penduduk Asia Timur merupakan ras mongoloid) yang memiliki ciri fisik serupa bahkan tidak bisa dibedakan. Namun ternyata hal ini tetap menjadi masalah karna mereka tidak 1 negara, kisah anak blasteran Jepang-Korea (Ibu dari Jepang sedangkan ayah orang korea asli) yang mendapat julukan “moron” dari teman-teman sekolahnya karena IQ-nya dianggap ‘jongkok’. Lucunya ketika ibunya membawanya untuk tes psikologi di sebuah klinik, sang terapi mengatakan penyebab ‘jongkok’nya IQ si anak akibat si ibu yang bukan orang korea!! So what gitu loh!!! Memangnya ada relevansi antara tingkat IQ dengan asal negara seorang anak?? Teori apa yg mendasari itu? Ckckckckck

Seorang anak blasteran china-korea jg mendapat julukan “made in china” dari teman sekelasnya. Hal ini membuat ia malas utk berangkat ke sekolah karna ia merasa bingung knp teman-temannya selalu berlaku demikian padahal ia tidak melakukan sesuatu yg salah. Berdasarkan data dari kementrian pendidikan dan teknologi korea selatan, hampir 50% anak-anak multiras yg mengenyam pendidikan di korea mengalami drop out karna tidak tahan dgn bullying yg mereka alami sebagai konsekuensi dari pernikahan silang yang dilakukan oleh orang tuanya. Kalau dilihat-lihat, kisah seperti ini mengingatkan kita pada peristiwa holocaust yang terjadi di Jerman saat PD II, dimana Hitler memproklamirkan penyerangan terhadap bangsa Yahudi dan menganggap ras Arya sebagai ras paling unggul. Hal ini mirip dengan kasus rasial di Korsel (ga hanya masalah ras sih sebenarnya, kalau menurut saya lebih mengarah pada "purity" darah bangsa Korea saja karena walaupun sesama ras mongoloid namun kalau bukan saudara sebangsa&setanah air mereka pun tetap membedakan).

Hmmmm…jika saya diberi kesempatan utk melakukan penelitian di korea selatan, ingin sekali saya mengangkat permasalahan ini.

Semoga bisa terwujud :D

Sabtu, 07 Mei 2011

Prostitusi di Kalangan Remaja

Masalah prostitusi yang dulu dianggap sebagai hal yang sangat tabu oleh masyarakat Indonesia, pada saat ini hal tersebut telah menjadi sesuatu yang biasa. Gejala demikian bisa kita buktikan dengan semakin banyaknya praktek-praktek prostitusi baik yang resmi maupun yang liar dan praktek prostitusi tersebut telah berkembang di berbagai kota dengan berbagai bentuk dan cara. Seiring dengan dimulainya krisis moneter yang terjadi di Indonesia beberapa tahun lalu menyebabkan sektor ekonomi Indonesia menjadi semakin terpuruk. Hal ini menyebabkan kehidupan masyarakat proletar menjadi semakin memprihatinkan karena “ketidakberdayaan” mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kemiskinan dan pengangguran hingga kini masih menjadi isu utama mengiringi Indonesia yang sedang berupaya menuju proses perbaikan. Setidaknya, 37,4 juta penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Jumlah tersebut belum termasuk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Papua. Dampak sosial yang terlihat jelas dan nyata adalah mereka, orang-orang miskin tersisih dalam pembangunan. Salah satunya adalah prostitusi. Ekonomi menjadi alasan utama penyebab suburnya lading prostitusi di Indonesia, banyak para wanita yang berlindung di balik alasan “pemenuhan kebutuhan perut” sehingga membuat mereka menceburkan diri ke lembah hitam tersebut. Menurut ECPAT, prostitusi anak karena eksploitasi seksual terjadi karena kemiskinan, disfungsi keluarga, pendidikan rendah, pengangguran, penghasilan kurang, tradisi, dan peningkatan kebutuhan perempuan muda pada industri seks.

Banyak dari para remaja yang memutuskan dirinya melacur itu karena alasan ekonomi. Biaya sekolah yang mahal, harga buku yang tak murah serta kebutuhan hidup lainnya yang mendesak menjadi salah satu alasan yang dipilih untuk diberikan. Laporan Unicef tahun 1998 memperkirakan jumlah anak yang tereksploitasi seksual yang dilacurkan mencapai 40.000- 70.000 anak yang tersebar di 75.106 tempat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk anak jalanan di dalamnya. Hal ini menjadi suatu sorotan yang sangat memprihatinkan dimana para generasi muda Indonesia yang seharusnya dapat mengharumkan nama bangsa justru harus terseok-seok ke lembah hitam. Kemiskinan dan sikap acuh tak acuh para kaum elit negeri ini semakin menyuburkan lahan prostitusi tersebut dan justru semakin membuat masa depan para generasi muda Indonesia menjadi kelam.


TEORI ANOMI MENURUT CLINARD

Anomi adalah perspektif sosiologi yang berhubungan dengan pandangan disorganisasi (kekacauan) social/masyarakat. Hal ini merupakan perspektif umum atas penyimpangan dikarenakan hal ini menggandeng penjelasan mengenai sejumlah bentuk penyimpangan, termasuk tindakan criminal/kejahatan, alkoholisme, ketergantungan pada obat-obatan terlarang, prostitusi, aksi bunuh diri dan gangguan kejiwaan. Teori anomi menyatakan bahwa penyimpangan adalah akibat dari ketegangan struktur social tertentu yang menempatkan tekanan atas individu menjadi menyimpang. Situasi anomi terjadi jika terdapat kesenjangan akut antara tujuan budaya dan cara sah yang tersedia bagi kelompok tertentu dalam masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut.

Tujuan sukses dalam lingkup budaya biasanya dianggap dicapai dengan cara yang sah melalui pekerjaan tetap, pekerjaan dengan gaji tinggi, dan melalui akses pada pendidikan yang lebih tinggi. Namun saluran ini tidak tersedia bagi orang-orang tertentu, yaitu masyarakat kelas bawah. Dengan demikian, meskipun setiap orang sangat ingin meraih kesuksesan, kenyatannya adalah bahwa impian tersebut hanya dapat dimiliki oleh sebagian kecil saja, sejak struktur social benar-benar dapat memberikan kesempatan hanya untuk sejumlah kecil masyarakat tertentu. Anomi adalah sebutan bagi kondisi social dimana tujuan kesuksesan lebih ditekankan daripada cara yang dapat diterima dalam memperoleh tujuan tersebut. Konsekuensinya, beberapa orang dipaksa untuk mencapainya dengan cara yang tidak sah, termasuk bentuk-bentuk penyimpangan seperti kejahatan/kriminal, prostitusi, penggunaan obat-obatan terlarang, alkoholisme, dan gangguan mental/kejiwaan. Dalam usaha untuk menjelaskan bentuk-bentuk perilaku menyimpang ini, teori anomi ini didasarkan pada fakta bahwa angka/tingkat penyimpangan paling tingggi terjadi pada masyarakat miskin dan kelas bawah terjadi tekanan penyimpangan paling besar dimana kesempatan untuk memperoleh kelayakan materi dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi dibatasi (Clinard, 1964).

Menurut perspektif anomi, ada beberapa adaptasi terhadap orang-orang dalam sebuah masyarakat anomik. Adaptasi yang paling umum adalah melanjutkan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma masyarakat dan tidak ikut menyimpang (strategi ini dijelaskan lebih mendalam oleh Robert Merton). Selain itu, terdapat pula adaptasi tidak sah yang dapat digunakan oleh orang-orang miskin kelas bawah dimana cara yang sah untuk mencapai tujuan kesuksesan yang digambarkan secara cultural telah dihalangi. Clinard membedakan jenis adaptasi tidak sah tersebut dalam 2 cara, yaitu:

1. Inovasi, adaptasi yang melibatkan penggunaan cara tidak sah seperti pencurian, perampokan, kejahatan terencana/teroganisir, atau prostitusi untuk mencapai tujuan kesuksesan yang ditentukan budaya. Respon-respon ini dianggap normal dimana akses menuju sukses melalui cara-cara konvensional bersifat terbatas. Terbukti bahwa perilaku tidak sah seperti kejahatan dan pelanggaran adalah hal yang biasa terjadi dalam masyarakat kelas bawah. Kaum miskin sebagian besar hanya buruh kasar yang sering dipandang sinis. Sebagai akibat status dan pendapatan yang rendah, mereka tidak bisa/tidak siap bersaing dalam bentuk kemapanan standar dan oleh karenanya besar kemungkinan mereka terlibat dalam kejahatan.

2. Retretism, merepresentasikan keadaan yang jauh tertinggal dari tujuan budaya yang dijunjung tiinggi masyarakat dan kebiasaan-kebiasaan yang menjadi adat untuk mencapai tujuan ini. Individu telah memasukkan tujuan sukses secara penuh tetapi tidak menemukan tujuan tersebut dapat dicapai melalui cara-cara institusional. Terhalang untuk mencapai tujuan tersebut, melalui tekanan yang diinternalisasikan yang mana mencegah kebiasaan inovatif, individu menjadi frustasi dan kecewa, merasa gagal/kalah dan bahkan menarik diri/menjadi pendiam. Tertinggal dari tujuan budaya, orang melampiaskan pada penggunaan obat-obatan yang menyebabkan ketagihan/ketergantungan, mengkonsumsi alkohol berlebihan atau mungkin dengan sepenuhnya “melarikan diri” melalui gangguan jiwa atau bahkan bunuh diri. Retretism cenderung sebagai bentuk adaptasi perorangan daripada kelompok atau subkultural, meskipun orang mungkin memiliki hubungan dengan yang lainnya dalam cara yang hampir sama. Di samping menarik diri dalam pengertian secara individual, orang-orang yang merasa tertinggal juga menarik diri dari kehidupan sosial atau melakukan bunuh diri.

Teori anomi didasarkan pada asumsi bahwa perilaku menyimpang lebih banyak terjadi di masyarakat kelas bawah. Asumsi ini dibuat karena kelas bawah adalah lingkup dimana terdapat kesenjangan paling besar antara tekanan untuk mapan dan realita pencapaian yang rendah. Fakta/bukti menunjukkan bahwa orang-orang yang tergolong kelas bawah dan anggota kelompok minoritas lebih mungkin dideteksi dan dicap sebagai penjahat, pelaku tindak criminal, alkoholik/pemabuk, pengguna obat-obatan terlarang dan penderita sakit jiwa, daripada orang-orang yang tergolong kelas menengah dan kelas atas yang mungkin terlibat dalam perilaku yang sama. Masyarakat miskin kelas bawah memberikan kesempatan yang lebih besar bagi timbulnya penyimpangan. Keinginan akan tujuan-tujuan konvensional seperti kemampuan ekonomi dan pendidikan, banyak orang yang berhadapan dengan dibatasinya kesempatan yang sah untuk mapan, karena mereka tidak bisa mengubah tujuan maka mereka menjadi frustasi dan melakukan pelanggaran norma.

ANALISIS PERMASALAHAN

Merunut dari penjelasan teori di atas mengenai anomi yang dikemukakan oleh Clinard, kasus prostitusi di kalangan remaja merupakan salah satu kasus anomi yang terjadi pada kalangan masyarakat kelas bawah (miskin). Mereka, yang disebut sebagai pelacur itu, terjebak dalam selubung lembah hitam yang memperdagangkan tubuh-tubuh mereka untuk dijadikan pemuas nafsu semata. Lantas, pertanyaannya: kenapa mereka sampai menjual tubuh mereka dan merendahkan harga diri? Jawaban logis yang dapat saya kemukakan adalah faktor ekonomi yang menyebabkan rakyat kelaparan. Karena lapar, mereka lupa moral dan prostitusi pun menjadi jalan pintas yang dianggap halal. Sebutlah ada anasir “dendam” karena diperlakukan semena-mena dimana hak pendidikan dan pekerjaan yang layak mereka dibatasi oleh penguasa (dalam hal ini pemerintah). Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, masyarakat kelas bawah harus bersusah payah bahkan para wanita ini merelakan tubuhnya ‘dinikmati’ oleh pria-pria hidung belang hanya untuk mendapatkan sejumlah uang untuk mengganjal perut mereka serta memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Mereka seolah sudah tidak mengenal moral, mengapa? Karena kebutuhan hidup mereka tidak terpenuhi. Pemerintah pun seolah tidak peduli akan nasib mereka. Lalu apa yang dapat mereka lakukan? Tidak ada pilihan lain lagi selain tetap berkecimpung di dunia tersebut. Hal ini disebabkan tidak sanggupnya mereka mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi yang pada akhirnya menyebabkan hilangnya kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan halal dengan penghasilan yang sesuai. Bagi mereka menjadi pelacur adalah sebuah pilihan pribadi dan keluarga untuk memperbaiki kondisi perekonomian yang buruk akibat alasan tadi. Pemerintah telah sering melakukan tindakan tegas berupa razia terhadap para pelaku prostitusi ini, namun hal tersebut tetap tidak dapat meminimalisir jumlah pelaku prostitusi. Mengapa demikian? Karena seperti yang telah saya jelaskan di atas, masyarakat miskin tidak memiliki kesempatan untuk merasakan pekerjaan yang layak dengan penghasilan yang memadai, lalu bagaimana mereka dapat makan dan memenuhi kebutuhan hidupnya? Tentunya dengan kembali lagi pada profesi semula yaitu ‘menjual diri’.

Profesi ‘menjual diri’ dianggap sebagai solusi terbaik para pelaku prostitusi dalam mendapatkan uang. Seperti yang dikatakan oleh Clinard, bahwa penyimpangan adalah akibat dari ketegangan struktur sosial tertentu yang menempatkan tekanan atas individu menjadi menyimpang. Inilah yang menyebabkan masyarakat kelas bawah melakukan penyimpangan berupa prostitusi, karena mereka ditekan oleh kemiskinan yang disebabkan oleh para kaum elit Indonesia. Jika kita melihat berdasarkan teori Clinard yang membagi tahapan menjadi 2, yaitu inovasi dan retretism, maka akan dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Inovasi, adaptasi yang melibatkan penggunaan cara tidak sah seperti pencurian, perampokan, kejahatan terencana/teroganisir, atau prostitusi untuk mencapai tujuan kesuksesan yang ditentukan budaya. Respon-respon ini dianggap normal dimana akses menuju sukses melalui cara-cara konvensional bersifat terbatas. Masyarakat miskin tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga tidak ada jalan lain bagi mereka untuk dapat survive dalam hidup ini selain dengan menggunakan cara yang tidak sah, seperti prostitusi. Tidak sedikit para orang tua yang secara sengaja menjual anak mereka untuk dijadikan ‘pemuas nafsu’, mereka tega melakukan hal tersebut karena terdesak oleh tuntutan kehidupan yang harus mereka penuhi.

2. Retretism, Retretism cenderung sebagai bentuk adaptasi perorangan daripada kelompok atau subkultural, meskipun orang mungkin memiliki hubungan dengan yang lainnya dalam cara yang hampir sama. Di samping menarik diri dalam pengertian secara individual, orang-orang yang merasa tertinggal juga menarik diri dari kehidupan sosial atau melakukan bunuh diri. Dampak dari tekanan social bagi para masyarakat bawah adalah retretism, dimana mereka (para pelaku prostitusi) merasa kecewa karena mendapatkan sindiran dan tidak mendapatkan tempat di masyarakat sehingga tidak jarang dari mereka yang kemudian tercebur ke dunia alkohol dan narkoba.

Permasalahan sosial anak yang demikian seharusnya menjadi cambuk bagi pemerintah dan segenap elemen masyarakat yang sadar akan pentingnya hak anak untuk segera bersikap dan melakukan tindakan nyata. Pemerintah selaku pihak yang berkuasa di Indonesia seharusnya mulai memikirkan bagaimana solusi terbaik dalam mengatasi persoalan ekonomi ini dan sebaiknya juga memberikan kesempatan bagi para masyarakat bawah (miskin) untuk mendapatkan hak memperoleh pendidikan dan pekerjaan yang layak.

Rabu, 30 Maret 2011

Fukushima Fifty (KAMIKAZE/HARAKIRI abad 21)


Lagi-lagi kisah heroik dari Jepang, kali ini berkaitan dengan bocornya PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Fukushima, Jepang. Kisah heroik ini mengingatkan saya akan kisah Kamikaze yang dilakukan para tentara Jepang pada PD II dan (di era yang lebih kuno lagi) Harakiri pada zaman Samurai. Yang membuat saya salut adalah, betapa rasa kesetiaan & cinta tanah air sangat melekat kuat pada diri warga Jepang, padahal jika kita runut lebih dalam apa sih yang bisa dibanggakan dari Jepang? -dilihat dari segi SDA- Jepang termasuk salah satu negara yang minim SDA, saya pernah membaca sebuah buku yang bercerita mengenai sejarah Jepang. Di buku itu diceritakan bagaimana kondisi geografis wilayah Jepang serta dampak yang ditimbulkan pada SDA yang dihasilkan, dan hasilnya adalah tidak ada tumbuhan yg dapat bertahan hidup selain Sakura yang dijadikan lambang negara Jepang & pada saat itu Jepang diprediksi tidak akan bertahan lama bercokol di peta dunia. Tapi hebatnya sampai saat ini Jepang masih menunjukkan eksistensinya di peta dunia bahkan Jepang yang miskin SDA bisa menjajah beberapa negara (termasuk Indonesia) & berani melawan Amerika Serikat pada PD II!!! ckckck....

Banyak faktor yang membuat menjadi unggul (utamanya di wilayah Asia) salah satunya adalah karena sumber daya manusia alias masyarakat Jepang yang diberdayakan sedemikian rupa sehingga bisa menjadi "mesin pembunuh" bagi pihak2 yang berniat menghancurkan negaranya. berikut adalah cerita mengenai Fukushima Fifty yang menceritakan tentang pahlawan-pahlawan Jepang yang rela bertaruh nyawa demi mengatasi radiasi nuklir di Fukushima..

Mereka adalah sekelompok pekerja reaktor nuklir yang siap berjibaku menjinakkan reaktor nuklir di Fukushima Daiichi yang terus tertimpa masalah sejak gempa melanda Jepang, 11 Maret silam. Dunia mulai mengenal Fukushima Fifty dari blog Michiko Otsuki, seorang pekerja wanita di reaktor Fukushima. Beberapa hari lalu Michiko menulis kisah heroik mereka. Menurut Michiko, saat diungsikan bersama sekitar 800 orang pekerja lain, ia menyaksikan sejumlah rekannya yang tidak lari dari reaktor. Mereka justru terjun untuk langsung berupaya mengatasi keadaan. Terlepas dari kemungkinan mereka menjadi mangsa radiasi berbahaya. Meski jumlahnya diduga lebih dari 50 orang, masyarakat Jepang dan dunia telanjur mengenal mereka dengan sebutan Fukushima Fifty. Bagi warga mereka adalah pahlawan yang siap mengorbankan nyawa demi keselamatan orang lain. Sikap seperti ini mendapat penghargaan tinggi dalam masyarakat yang terkenal dengan budaya bushido tersebut. Perdana Menteri Jepang Naoto Kan bahkan sempat menyatakan dukungan moralnya bagi Fukushima Fifty. Bagi Kan, kelompok ini telah melakukan upaya terbaik tanpa mementingkan diri sendiri. Keberanian Fukushima Fifty telah menginspirasi puluhan pekerja reaktor-reaktor nuklir lainnya di seantero Jepang. Mereka kini telah menawarkan diri untuk berjibaku bersama Fukushima Fifty menjinakkan reaktor nuklir Fukushima.

Sudah dua minggu mereka berjuang mengembalikan kendali reaktor tapi loronhg gelap masih panjang. Indikasi-indikasi kebocoran radiasi malah makin meluas dan telah berdampak langsung ke air minum ledeng di Tokyo. Paparan radiasi sudah lebih dari dua kali lipat dari ambang batas normal untuk konsumsi bayi dan anak-anak. Batas normal adalah 100 beqcuerels per liter air. Jarak Fukushima ke Tokyo sekitar 270 km. Sayuran dan makanan di prefektur sekitar Fukushima sudah jelas terpapar radiasi dan pemerintah jepang telah melarang untuk dikonsumsi karena rentan mengakibatkan kelainan pertumbuhan jaringan tubuh (tumor/kanker) terutama thyroid. Dari kejadian yang telah terjadi di luar reaktor nuklir Fukushima bisa dibayangkan kondisi radiasi radioaktif di dalam bangunan reaktor sendiri.

Para pekerja yang memilih kembali bekerja, walaupun ada pilihan desersi, dalam situasi yang sangat sulit tentu memiliki jiwa ksatria khas militan Jepang. Resiko yang mereka hadapi besarnya pasti melebihi kompensasi yang bisa diberikan perusahaan ataupun bahkan negara. Tak heran mereka oleh media massa Jepang digelari The Fukushima Fifty, cuma 50 pekerja saja yang mau kembali bekerja menyelamatkan reaktor dibanding 700an pekerja pada kondisi normal. Meski beberapa sumber menyebutkan pekerja yang kembali berjumlah 200an pekerja. Mereka harus bekerja dengan berpacu waktu untuk memulihkan sistem pendingin reaktor yang rusak dihantam tsunami dan gempa besar berkekuatan 9 skala richter sebelum semua upaya menjadi sia-sia dengan melelehnya casing/selubung reaktor yang kini menjadi pelindung terakhir radiasi reaktor. Karena jika casing/selubung meleleh maka peristiwa Chernobyl 1986 akan berulang di Fukushima dan jutaan orang akan menerima dampak kebocoran besar partikel radioaktif. Pakaian kerja tahan radiasi tidak bisa mencegah sepenuhnya paparan radioaktif meski kedap air dan udara serta berlapis timbal. Terharu rasanya membaca kisah seorang pekerja yang setahun lagi akan pensiun ikut mendaftar menjadi sukarelawan pemulihan reaktor. Bahkan di beberapa tempat di dalam reaktor pasca ledakan gas hidrogen terdeteksi sampai 500 mili-Sievert. Jauh melampai batas aman paparan radioaktif sebanyak 100 mili-Sievert dalam setahun.

Pesan tajam dikirim pulang oleh pekerja mencoba untuk mencegah bencana nuklir skala penuh di pabrik dilanda nuklir Jepang mengungkapkan bahwa mereka tahu bahwa mereka berada pada misi bunuh diri. Salah satu anggota 'Fukushima Fifty' mengatakan bahwa mereka tenang menerima nasib mereka seperti hukuman mati '. pesan-pesan menyayat hati mereka kepada keluarganya dipublikasikan televisi nasional Jepang yang telah mewawancarai kerabat mereka. Seorang anggota keluarga mereka berkata, "Ayah saya masih bekerja di pembangkit itu. Dia mengatakan, dia menerima nasibnya, seperti sebuah hukuman mati." Seorang perempuan mengatakan, suaminya yang berada di pembangkit itu terus bekerja dan sepenuhnya menyadari ia sedang dibombardir radiasi.

Perempuan yang lain mengatakan, ayahnya yang berusia 59 tahun secara sukarela mengajukan diri untuk tugas di Fukushima. Ia menambahkan, sebagaimana dikutip Dailymail, "Saya mendengar bahwa ia secara sukarela meskipun ia akan pensiun dalam waktu setengah tahun dan mata saya jadi penuh dengan air mata. Di rumah, ia tidak tampak seperti seseorang yang bisa menangani pekerjaan besar. Tapi hari ini, saya benar-benar bangga padanya. Saya berdoa agar dia kembali dengan selamat."

Contoh pesan yang dikirim oleh salah seorang anggota Fukushima Fifty yang menyerap dosis radiasi cukup tinggi kepada istrinya:
"Tolong terus hidup dengan baik, saya tidak bisa pulang untuk sementara waktu." *mengharukan yaa T_T

Dari semua mereka yang bertahan di pembangkit itu, lima diantaranya diketahui meninggal dan dua hilang, sedikitnya 21 orang lainnya terluka.

Inilah gambaran hidup masyarakat Jepang yang memiliki sifat GAMBARU serta rasa CINTA TANAH AIR yang tidak tertandingi di dunia...saluuuuuuuuuuuutttt :D

Senin, 07 Februari 2011

Peneliti Italia: Mona Lisa Seorang Pria

Barusan gw dapetin satu artikel yang cukup membuat gw terhenyak saat membacanya karena menyangkut kebenaran/fakta dari salah satu karya besar maestro lukisan dunia, yaitu Leonardo Da Vinci...Berikut ulasan artikelnya yg gw copas (copy paste) dr vivanews.com tgl 3 Februari 2011

VIVAnews - Peneliti Italia menemukan fakta baru yang mengejutkan dari mahakarya lukisan The Mona Lisa, karya maestro Leonrdo da Vinci. Silvano Vinceti, kepala peneliti lukisan mengatakan, model Mona Lisa yang berada dalam lukisan itu adalah seorang pria, anak laki-laki.

Seperti dilansir Telegraph.co.uk, Rabu 2 Februari 2011, Vinceti yang juga sejarawan Italia itu mematahkan kesimpulan yang ada selama ini yang menyebut bahwa Mona Lisa adalah Lisa Gherardini, istri seorang saudagar sutra dari Florentine.

Vinceti sangat yakin lukisan itu diilhami oleh Gian Giacomo Caprotti. Seorang pria muda yang telah lama bekerja dan menjadi kepercayaan 'Sang Master Renaissance' itu.

Hubungan antara Leonardo dan Caprotti diyakini sangat erat. Bahkan sang maestro disebut-sebut menganggap si model dalam lukisan itu sebagai anaknya dan menjadi salah satu sahabat yang paling terpercaya.

Vinceti juga mengatakan, beberapa karya Leonardo, termasuk dua lukisan St Yohanes Pembaptis dan gambar yang kurang dikenal yang disebut "Angel Incarnate" itu juga didasarkan pada Caprotti. Caprotti mendapat panggilan 'sayang' yakni Salai.

Apa yang membuat penelitian tim Vinceti menyebut Mona Lisa adalah seorang pria? Menurut dia, semua tampilan pada Mona Lisa menggambarkan ciri seorang pemuda. Ramping, bukan banci dengan rambut keriting.

"Salai (Caprotti) adalah model favorit bagi Leonardo. Leonardo juga memasukkan karakteristik Salai dalam The Mona Lisa," kata Vinceti.

Caprotti diduga memasuki rumah tangga Leonardo sekitar tahun 1490, ketika masih berumur sekitar 10 tahun. Caprotti bekerja sebagai asisten Leonardo selama sekitar 20 tahun. Dia mendapat julukan Salai atau 'Setan Kecil'. Caprotti juga disinyalir menjadi model beberapa subyek lukisan erotis yang dihasilkan sang jenius.

"Salai sangat tampan dan mungkin dia adalah kekasih Leonardo," kata Vinceti yang juga Kepala Komite Nasional Warisan dan Pelestarian Budaya Italia ini. Vinceti yakin, Leonardo adalah seorang penyuka sesama jenis, gay.

Salai juga diduga mencuri banyak benda dari Leonardo. Dia juga kerap menimbulkan beberapa masalah. Tetapi, sebagai seorang artis, Leonardo selalu memaafkan.

Sejarawan seni lainnya menilai skeptis atas kesimpulan Vinceti itu. Pietro Marani, seorang penulis beberapa buku tentang artis yang juga 'pakar' Leonardo menyebut penelitian Vinceti itu "tidak berdasar."

Yang mana yg benar ni???? ternyata ga hanya kisah sejarah aja yaa yg dimanipulasi, karya seni juga bisa menjadi ajang manipulasi publik ckckckck...yahhh kita tungga aja kabar berikutnya :D

Jumat, 28 Januari 2011

General Lecture and Round Table Discussion With Mr.Sitas :D


Profil pembicara Ari Sitas adalah seorang profesor sosiologi di University of Cape Town, Afrika Selatan. Ia pernah menjadi Wakil Presiden International Sociological Association (ISA) dan Presiden South African Sociological Association serta senior fellow dan research associate pada beberapa lembaga seperti University of California, Berkeley dan Oxford University. Ia juga seorang aktivis gerakan anti Apartheid, penyair dan dramawan. Gagasan-gagasan pemikirannya tumbuh kuat dari pengalaman empirisnya di dalam gerakan buruh maupun gerakan-gerakan sosial lainnya yang berbasis komunitas baik pada masa dominasi politik Apartheid maupun pasca Apartheid. Ia juga menekuni perdebatan tentang pembedaan antara variabel-variabel keras dengan variabel-variabel lunak di dalam menganalisis dimensi-dimensi struktural dan kultural di dalam masyarakat. Pemikiran-pemikirannya itu memberikan perspektif yang penting mengenai kaitan antara gerakan-gerakan sosial dengan dinamika struktural dan kultural di dalam masyarakat. Beberapa karya pentingnya antara lain (2008) The Ethic of Reconciliation, ( Madiba Press/Centre for the Study of Social Systems, New Delhi). “30 Years Since the Durban Strikes: Black Working Class Leadership and the South African Transition”. Current Sociology, 2004. Melengkapi karya-karya akademis dan aktivismenya, ia juga menghasilkan karya-karya seni yang terinspirasi dari berbagai pengalaman dan pemikiran sosial dan politiknya.

Diskusi yang mengusung tema Rethinking Social Movements: Lessons Learned From South African Experiences ini termasuk cukup memukau karena selain pembicaranya adalah seorang kaukasoid namun menjadi aktifis anti-apartheid, penjelasan yang beliau kemukakan mengenai gerakan sosial di Afsel pun memuaskan. Namun sayang, gw ga begitu interest dengan tema ini sebenarnya karna menurut gw Afsel adalah sebuah negara boneka pihak Eropa (terutama Perancis)..

Prof. Ari Sitas, PhD menjelaskan bahwa sesungguhnya globalisasi telah membawa perubahan bagi manusia dalam berbagai bidang, seperti: jaringan, konsumsi, komunikasi maupun kehidupan kita secara keseluruhan. Dunia ini diibaratkan seperti 'Black Hole' informasi => selaras dengan teori yang dikemukakan oleh Durkheim mengenai Division of Labour, dimana kehidupan manusia mulai terspesialisasi (khususnya pekerjaan) hal inilah yang (menurut Durkheim) mengintegrasikan masyarakat akibat dari saling ketergantungan satu sama lain. Menurut Sitas, globalisasi justru mencuatkan tantangan berupa krisis sehingga kita sebagai masyarakat dituntut untuk bagaimana mengimplementasikan ekonomi dunia yang anti krisis & anti colaps? Menurut beliau, dalam kasus ini beberapa negara di Asia telah berperan aktif dalam menciptakan ekonomi negara yang anti krisis, negara tersebut antara lain China, India dan Korea.

Untuk mengatasi dampak negatif globalisasi dunia, Sitas menawarkan solusi berupa rewiring => tidak merubah secara transformatif sistem dunia melainkan cukup 'menyetel ulang' atau mereformasi saja. Namun menurut gw solusi yang ditawarkan oleh Sitas tidak menjawab tantangan globalisasi bagi negara berkembang seperti Indonesia karena jika hanya melakukan rewiring/reformasi saja maka hal tersebut tidak akan mengubah secara signifikan tatanan ekonomi negara berkembang. Rewiring hanya dimungkinkan jika kondisi negara termasuk ke dalam negara maju.

Ketika mulai membahas mengenai gerakan sosial di Afsel, Sitas mengatakan bahwa Afsel mulai kembali menggeliat pasca hilangnya sosok pemimpin seperti Nelson Mandela. Namun menurut gw pembicaraan mengenai gerakan sosial di Afsel merupakan suatu penelitian yang sia-sia karena jika ditilik secara seksama maka Afsel bukanlah 'murni' negara ras negriod yang selama ini di-under estimate-kan sebagai ras yang under dog!! klo menurut asumsi gw, Afsel justru menjadi negara boneka yang digerakkan oleh tangan-tangan Eropa. Makanya ketika ada seorang peserta diskusi yang bertanya mengenai apa landasan ideologi masyarakat negroid Afsel yang selama ini 'terjajah' melakukan social movements, Prof. Sitas tidak bisa menjawabnya...Ini membuktikan bahwa pada dasarnya yang melakukan gerakan sosial bukanlah murni warga negroid Afsel

Yang membuat gw tertarik dengan diskusi ini adalah ketika seorang peserta mempertanyakan apakah Wikileaks dapat dikategorikan sebagai suatu gerakan sosial masyarakat? Prof. Sitas menjawab bahwa Wikileaks adalah merupakan salah satu bentuk gerakan sosial dari masyarakat karena ada semacam 'perlawanan' yang ditujukan kepada sistem pemerintahan dunia kapitalis oleh masyarakat proletar...Berbeda dengan keberadaan Facebook dan Twitter yang hanya sekedar menyatukan jaringan dari berbagai belahan dunia saja, Wikileaks memiliki tujuan-tujuan yang cukup fundamental terhadap perubahan dalam bidang sosial-politik. Terakhir, Prof. Sitas berpesan bahwa di era globalisasi yang menjangkiti dunia ini, kita tidak perlu berpikir terlalu global..justru kita harus tetap berpegang pada values lokal agar identitas kebangsaan kita tidak punah karena bagi negara multikultur seperti Indonesia, tantangan terberat yang harus dihadapi selain krisis ekonomi adalah mempertahankan identitas kebangsaan kita yang sangat beragam ini
*jangan2 Prof. Sitas nyadar nih klo orang Indonesia ga cinta ma produk negara sendiri huehehehe, terbukti dari senangnya masyarakat Indonesia mengidentifikasi dan mengadopsi budaya Barat sebagai kepribadian bangsa ckckckckck

Yah intinya, general lecture yang diadakan kemarin (27/01/11) keren deh..walaupun b.inggris gw terbilang pas-pasan setidaknya inti dari pembicaraan kemarin masih bisa gw simpulkan huehehehe

Senin, 27 Desember 2010

Nikahi Pohon Natal?? Why Not..


Ni cerita, gw copas dari www. voa-islam.org dengan judul yang gw ubah karena takut menyinggung salah satu pihak ataupun menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat (halah..lebay hohohoho). Ga da niatan untuk melakukan suatu plagiatisme c (lagian gw ud ngaku kan klo ni cerita gw copas dari sumber yg gw sebutin di atas hehehe) cuma pengen share aj ttg suatu kisah yg rada nyeleneh menurut gw (ah..tp ga m'herankan jg c wong dunia ni mang ud gila huehehehe), yo wessss langsung aja qt mulai cerita'a yaa..begini cerita'a:

LONDON (voa-islam.com) – Tergila-gila dengan perayaan natal selama belasan tahun, Andy Park memiliki obsesi gila ingin menikah dengan pohon natal.

Selama 17 tahun terakhir, pria asal Witshire Inggris ini merayakan Natal setiap hari. Karena kegilaannya dengan hari Natal pria duda berusia 47 tahun ini mendapat julukan Mr Christmas. Saking cintanya dengan Natal, Andi berniat menikahi pohon Natalnya. Semula, teman-temannya menganggap niat Andy untuk menikahi pohon natal hanya guyonan. Namun Andy menegaskan bahwa dirinya serius.

“Saya mencintai pohon Natal saya ini lebih dari apapun, karena itu saya ingin menikahi pohon itu,” ujar Andy seperti dikutip orange.co.uk kemarin.


Untuk melaksanakan niat ‘nyentriknya’ itu, Andy bahkan sudah menyiapkan cincin kawin untuk disematkan di pohon Natalnya saat pernikahan nanti. Meski sudah siap melangsungkan akad nikah dengan pohon natal, namun Andy masih pusing memenuhi satu syarat, yaitu belum ada pendeta yang mau melakukan prosesi pernikahan itu. “Masalah utamanya adalah menemukan pendeta yang mau memimpin perayaan ini,” kata dia.

Andy memiliki pohon natal yang berbahan plastik selama dua tahun terakhir. Meski baru ‘saling mengenal’ selama dua tahun itu, namun Andy mengaku pohon natalnya sebagai sahabat terbaik. Tak bosan-bosannya pria ini duduk di ruang tamu dan memandangi pohon natal.

Meski rencana pernikahan itu tergolong tak wajar, namun Andy menyatakan bahwa pernikahan itu biasa saja, seperti pernikahan manusia dengan hewan. “Saya pernah mendengar ada orang yang menikahi binatang peliharaannya, kalau mereka bisa kenapa saya tidak bisa menikahi pohon?” kilahnya.

Andy mulai rutinitas perayaan Natal sejak bulan Juli 1993. Ketika itu dia merasa kebosanan, lalu mendekor rumahnya dengan hiasan Natal dan dia sangat senang. Sejak itulah Andy memutuskannya untuk merayakan natal setiap hari sampai sekarang, dan sudah makan sekitar 6000 jamuan malam Natal. [taz/okz, tin]

*My Opinion=> seperti postingan gw sebelum'a yang mengatakan bahwa semakin modern maka dunia bakal semakin edan..tingkah laku manusia juga semakin aneh, nilai dan norma yang berlaku d'masyarakat semakin t'hidden alias dunia mengalami apa yg d'namakan dengan kondisi yang anomie...yaaaahhhh ga heran jg c, d'tilik dari segi nama aj tu pria mang ud kliatan "bibit" patologi'a yg cinta bgt ma tanaman huahahaha (Park=Taman=kumpulan tanaman) :D:D:D
Jangan d'ikutin yaa adik2 yg manis :)

Kamis, 25 November 2010

Puasa => 3-2=1

Kemarin pas matkul Teori Sosiologi (Tesos), tiba2 p'Robert Lawang selaku dosen gw m'berikan p'tanyaan gini:
"Puasa => 3-2=1...what do you think about it? 2 minutes for analyze this question!!"

Jujur saat itu gw ga da gambaran sedikit pun karna p'tanyaan tsb b'kaitan dgn teori'a Karl Marx yg meyakini bahwa society itu b'landaskan materi..Menurut gw, salah satu tokoh yg teori'a paling susah utk d'pahami adalah Karl Marx ini, teori yg beliau kemukakan sangat amat bagus (karna beliau merasakan sendiri bagaimana rasa'a jd kaum proletar yg d'opresi oleh kaum borjuis) cumaaaaa menurut gw teori'a itu terlalu utopis sehingga tidak m'berikan solusi bagi masyarakat pada umum'a

Balik lagi k'masalah p'tanyaan dosen gw, beberapa orang termasuk gw nyoba utk m'jawab (bahkan da temen gw yg nyoba make perspektif'a Tan Malaka utk m'analisis pertanyaan simpel tsb hehehe) tp semua'a SALAH ckckckck...

"Jawaban kalian hampir betul & bagus semua tp inti dari jawaban'a bukan itu" yah...nama'a jg belajar jd salah2 dikit gapapa lah hehehe :D

Puasa yg d'jalani oleh umat Muslim sbg syariat agama merupakan bentuk pengurangan jumlah makan dan minum, yg normal'a manusia makan 3x sehari kini harus d'kurangi menjadi 2x sehari (saur dan buka puasa) bearti ada sisa 1 kan? nah logika'a & menurut ajaran agama yg betul seharus'a sisa 1 itu adalah saving qt...saving yg nanti'a harus qt berikan pada masyarakat lain yg lebih m'butuhkan (tujuan dari puasa kan selain dapat pahala jg agar qt turut merasakan rasa'a jd kaum proletar, iya ga?) tapi ternyata utk org Indonesia hal tsb ga berlaku...kenapa ga b'laku? karna buat orang Indonesia, Puasa tu bukan halangan utk tidak buka puasa d'cafe/makan b'lebihan saat buka&saur/beli baju baru yg notabene impor dari luar/makan daging saat hari raya, dlll

Menurut pandangan Marx ini salah...Kapitalisme justru d'reproduksi oleh negara dunia ke-3 melalui legitimasi agama karna semua itu justru malah semakin memakmurkan para negara maupun perusahaan kapitalis. Tidak hanya kaum Muslim, hal ini jg b'laku bagi penganut agama lain...bukan agama'a yg salah tp kebiasaan dari penganut'a dalam menyambut hari besar keagamaan-lah yg agak sedikit b'masalah karna seolah b'pihak pada kapitalis, bayangkan saja ketika para umat Nasrani hendak merayakan Natal darimana mereka mendapatkan Pohon Natal dan pernak-pernik'a?? begitu juga dengan umat Muslim maupun umat2 yg lain ketika merayakan Hari Raya Keagamaan'a..mereka seolah b'bondong2 menyerbu mall/toko2 yang menjual komoditi yg mereka inginkan==>komoditi tsb tentu'a merupakan produk kapitalis!!

Taukah kalian bagaimana kapitalis b'prinsip dalam m'jalankan bisnis'a? ketika gw m'baca buku Das Kapital yg d'susun oleh Marx (klo gw ga salah menafsirkannya loh!! hehehe) d'situ d'jelaskan bahwa seharus'a prinsip yg BENAR dlm b'produksi adalah Comoditi-Money-Comodity (C-M-C)=>ketika seorang p'modal m'miliki keinginan utk m'buka sebuah pabrik tekstil, hal pertama yg harus d'persiapkan adalah constant capital: alat pintal, benang, mesin2 (inti'a adalah semua alat produksi yg b'sifat statis) dan variable capital: tenaga kerja alias buruh. d'cthkan oleh Marx apabila si pemodal m'produksi b'kodi2 pakaian otomatis hal yg harus ia p'hatikan adalah kelengkapan & kualitas dari constan capital & kualitas dari variable capital yg ia miliki sehingga bisa m'hasilkan hasil yg maksimal (tentu'a jumlah antara constant capital dan variable capital harus seimbang, t'utama constant capital karena dgn m'miliki constant capital yg b'mutu baik dan jumlah yg m'madai pasti pekerjaan buruh akan lebih ringan) namun sayang'a apabila hal ini d'jalankan maka modal yg d'keluarkan tdk akan sebanding dgn laba yg d'dapat (tentu'a ini bukan merupakan keuntungan bagi para pemodal maka harus d'hindari)

Yang akhir'a d'lakukan oleh para pemodal biasa'a adalah mereka hanya memiliki constan capital seada'a dan menambah jam kerja si buruh (dgn upah yg hanya d'naikkan beberapa ribu saja tentu'a) si buruh d'paksa utk dapat m'hasilkan b'kodi2 pakaian dgn upah minim dan jam kerja yg banyak tidakkah ini merupakan suatu bentuk PENG-EKSPLOITASI-AN??? yg d'eksploitasi adalah buruh namun yg m'dapatkan laba besar siapa? yaa si pemilik modal alias kaum kapitalis tentu'a (dan banyak para umat yg b'bondong2 m'beli pakaian baru dgn harga fantastis dlm rangka menyambut hari raya, m'untungkan siapa coba???). Maka prinsip yg ada d'selewengkan menjadi Money-Commodity-Money (M-C-M) =>dimana uang dialokasikan menjadi komoditi lalu komoditi tsb harus kembali m'hasilkan uang dgn cara m'eksploitasi buruh, prinsip tsb sebenar'a d'luar kontrol sosial

Belum lagi bombardirisasi barang2 impor yang b'asal dari para negara kapitalis yg memang sengaja m'cari celah utk mengeruk keuntungan sebesar2'a dari negaraDunia ke-3 alias periphery alias negara berkembang alias negara MISKIN ini, semua itu d'lakukan oleh para umat dgn b'lindung d'balik legitimasi agama...apakah memang Islam menyarankan ketika qt merayakan Idul Fitri/hari besar lain'a harus dgn b'pakaian baru? harus makan daging import? ataukah agama Nasrani menyarankan bahwa setiap Natal maka para jemaat'a harus merayakan'a dgn m'beli pohon natal & pernak-pernik import? haruskah dgn gaya mewah?? tidak kan? yg d'anjurkan oleh semua agama adalah sebagian yg telah qt saving selama puasa/m'jalankan ibadah menuju hari kemenangan adalah utk d'sumbangkan pada masyarakat yg tidak b'punya..

Namun nampak'a banyak manusia yg belum m'dapatkan 'hidayah' akan hal ini (termasuk saya hohoho)..bukan'a melarang kalian utk merayakan hari raya agama secara besar2an atw mewah (tu sih hak kalian) namun tidakkah kalian menyadari bahwa dgn melakukan hal tsb qt telah mengUNTUNGkan kapitalis dan meRUGIkan masyarakat negara sendiri yg notabene adalah proletar? agak miris ketika mendengar d'salah satu radio swasta yg menyiarkan berita ttg "Perancis menyatakan bahwa 80% keuntungan yg d'dapatkan oleh Perancis melalui Carefour adalah berasal dari Indonesia"..aduh..aduh hebat yaa Indonesia, negara miskin tapi menyumbang kekayaan bwt negara kaya ckckckck saluuuutttttttt...semoga qt d'berikan berkah oleh Allah SWT karena telah b'sedekah pada negara2 maju aamin (hahahahaha)

Sekian dan terima kasih :D:D:D:D:D:D:D:D:D:D

Selasa, 18 Mei 2010

62,7% Remaja Putri Indonesia Tidak Perawan????? ckckckck

Agak shock ketika tadi gw nonton berita d'salah satu stasiun TV swasta yg menayangkan berita mengenai Seks Bebas Dikalangan Remaja Indonesia, yg m'buat gw shock adalah jumlah persentase pelaku seks bebas yg (menurut gw) tinggi...b'dasarkan data yg d'dapat dr penelitian d'12 kota besar d'Indonesia mengatakan bahwa sekitar 62,7% remaja putri sudah melakukan hubungan seks d'luar nikah & 21% pernah melakukan ABORSI!!!!

gw jd inget peristiwa kemarin (17/5) saat gw lg b'kunjung k'UI, biz ngurus segala keperluan gw d'bagian kemahasiswaan UI, gw ma temen gw duduk2 sebentar d'danau UI (niat'a c pengen gangguin org pacaran sebener'a hahaha)...ga jauh dr posisi duduk gw da segerombolan anak SMP (6 co & 3 cw), 3 pasang dr siswa SMP tu adalah pasangan kekasih (ceilah...). Sampai di sini ga da sesuatu yg aneh dr pristiwa tsb, yg m'buat ANEH & Luarrrr Biasa adalah gaya pacaran mereka yg amat sangat d'luar kewajaran..bayangin aja d'depan org banyak & notabene adalah org dewasa mereka tanpa sungkan b'pelukan, kissingan, mpe raba meraba!!!

gw suka kasian klo inget masa depan mereka (t'utama yg cw) yg masih amat panjang, gw sungguh prihatin atas marak'a prilaku free sex d'kalangan remaja ni..mereka sadar ga yaa klo dengan menyerahkan "kesucian" mereka tu sama aja ngancurin masa depan mereka sendiri, knp gw bilang gitu?
  • free sex merupakan pintu gerbang t'jangkitnya penyakit kelamin bagi pelaku'a (wanita rentan akan penyakit tsb krn sistem imun qt yg lebih lemah ketimbang pria)
  • mainset pria Indonesia tu masih amat sangat m'agung2kan ma yg nama'a "KEPERAWANAN" (klo ga percaya cb deh tanyain ma mereka)
  • dgn melakukan free sex tu sama aja kalian m'lempar aib k'kluarga sendiri krn ortu yg putri'a pernah melakukan seks d'luar nikah akan d'anggap "GAGAL" dalam m'asuh anak
  • banyak perusahaan2 d'Indonesia yg msh m'gunakan sistem "perekrutan perawan" sbg pegawai'a...krn wanita yg masih suci d'anggap memiliki daya konsentrasi & daya tahan tubuh yg lebih baik ketimbang wanita yg sudah tidak suci
  • dll
hal ni pada dasar'a bukan semata2 kesalahan dr para remaja itu sendiri, orang tua memiliki andil yg sangat besar dalam hal ni. Secara ilmiah, remaja memiliki rasa ingin tahu yg sangat besar maka wajar kira'a apabila remaja penasaran dgn hal2 yg baru & dilarang. Yg sangat gw sesalkan adalah masih banyak ortu yg menyepelekan sex education bahkan m'anggap tabu hal tsb utk d'beritahu kpd anak mereka yg b'anjak remaja (pliss deh...mang ni taun brp wahai para org tua!!!), banyak ortu yg ga mw m'beritahu apa konsekuensi dr seks d'luar nikah sehingga para remaja yg penasaran ni m'coba utk m'cari tw sendiri lewat internet & teman

bisa bayangin kan apa jadi'a klo mereka belajar dr internet & teman????

dulu waktu gw masih jd guru d'salah satu SMA negri d'Jakarta, setiap gw ngasih materi pelajaran (kebetulan matpel yg gw ajarin adalah ilmu yg m'pelajari masyarakat alias sosiologi hehehe) pasti gw selingi dgn sex education (berasa ibu2 dah gw :D), ga da maksud apa2 c gw cm pengen mereka (para remaja putri ni) m'hargai diri & tubuh'a sendiri dgn tidak mudah t'bujuk rayuan pulau kelapa ehhh...salah (mangap yaa!!! hahaha) rayuan lelaki maksud'a ;)

yahh...pada dasar'a gw pun masih bisa d'kategorikan remaja krn usia gw yg ga gt jauh dr mereka (bo'ongggggggggg!!!!) & gw pun blom nikah (apalagi punya anak) jd ilmu gw ttg seks utk remaja lebih banyak gw dapat dr buku2 yg da d'tmp langganan gw baca gratis hehehe....saat gw m'ingatkan mereka utk dapat m'jaga diri mereka serta m'hindari yg nama'a hubungan seks d'luar nikah sebener'a gw jg m'ingatkan diri gw sendiri, walau bagaimanapun gw seorang guru jd gw wajib m'berikan suri tauladan (halah...) utk para murid gw yg lucu imut2 xixixixi

hahh...kayak'a gw bisa ngerasain perasaan nyokap gw yg ketar-ketir saat m'jaga & m'besarkan gw selama ni :(, karna org Indonesia masih melihat kualitas & kuantitas serta kesetiaan seorang wanita dr bagaimana bisa wanita tsb m'jaga kesucian'a sampai saat p'berkatan atw ijab kabul b'langsung nanti...maka dari tu, wahai para wanita khusus'a para remaja putri yg b'bahagia (kayak mimbar ceramah yaa??? hahaha) tlg sayangilah diri & tubuh kalian, jgn ijinkan tubuh kalian d'colek2 ma lelaki hidung belang...jgn takut ma ancaman pacar (biasa'a suka da yg ngancem gt pacar'a) yg akan ninggalin kalian klo kalian ga nyerahin kesucian k'mereka..inget mati satu tumbuh seribu!!! co tu da banyak jd co matre k'kali aje (loh?? pa nyambung'a yaa??? hahaha)

inti'a tlg jgn mpe t'giur ma rayuan syaiton utk melakukan hal tsb krn yg akan rugi adalah kalian sendiri otre otre?????...pacaran boleh tp jgn mpe kebablasan yoo!!!! :D:D:D:D:D:D:D:D:D

Kamis, 15 April 2010

Tragedi Priok Berdarah...

tak terasa sudah 12th berlalu sejak kejadian pelanggaran HAM berat yang terjadi di bulan Mei 1998, pada saat itu konflik yg terjadi bertujuan untuk "menggulingkan" singgasana pemerintahan yang disinyalir telah merugikan rakyat & bersifat diktator (otoriter). Tokoh sentral dalam konflik tersebut adalah mahasiswa-masyarakat tionghoa-aparat, tak terhitung berapa banyak korban jiwa & luka yang diakibatkan oleh peristiwa berdarah tersebut. Indonesia berduka atas terjadinya peristiwa ini...

kini, tepatnya 12 tahun kemudian...kasus pelanggaran HAM kategori berat terjadi kembali, kali ini disebabkan oleh penggusuran areal pemakaman Al Habib Hasan Muhammad Al Haddad yang lahir di Ulu, Palembang, Sumatera Selatan, pada tahun 1727 atau yang lebih dikenal dengan julukan "Mbah Priok". Beliau adalah salah satu tokoh penyebar agama Islam di Jakarta -khususnya wilayah Jakarta Utara-, tidak berlebihan kiranya apabila Mbah Priok ini mendapat tempat di hati para warga Indonesia (khususnya Jakarta) yang mayoritas beragama Islam. Yang menjadi tokoh sentral kali ini adalah masyarakat-Satpol PP.

Bentrokan Tanjung Priok terjadi saat Satpol PP akan menggusur bangunan-bangunan di Makam Mbah Priok pagi hari (14/4). Penggusuran ini ditentang warga. Akhirnya bentrokan pun tak bisa terhindarkan, bentrokan terus terjadi hingga sore. Suasana bentrokan tergolong anomie, hal ini bisa dilihat dari kebrutalan massa maupun aparat (Satpol PP)dalam berkonflik. saling lempar batu, merusak fasilitas publik bahkan membunuh menjadi hal yang wajar & tidak terpikirkan lagi konsekuensi hukumnya (& memang tidak akan pernah dipermasalahakan merunut dari makna harafiah anomie itu sendiri yaitu suasana dimana hukum, norma & nilai seolah tersembunyi ataupun hilang).

Anomie merupakan perspektif sosiologis yang berkaitan dengan pandangan disorganisasi sosial. Teori anomi mengatakan bahwa penyimpangan adalah hasil ketegangan-ketegangan sosial tertentu yang mendorong individu menjadi devian (menyimpang). Robert Merton (1930) mengatakan bahwa masyarakat industri modern menekankan pencapaian sukses materi dalam bentuk kemakmuran dan pendidikan sebagai tujuan untuk mencapai status. Sementara itu secara bersamaan membatasi akses atas suatu institutsi dari segmen masyarakat tertentu yg sebenarnya juga dapat memperolehnya secara sah. Segmen masyarakat yg dimaksud biasanya adalah masyarakat awam. Situasi anomi muncul ketika terjadi kesenjangan yg parah antara tujuan budaya dan cara-cara yg sah yg tersedia bagi kelompok tertentu di masyarakat guna mencapai tujuan tersebut.

Hal inilah yang terjadi pada masyarakat Koja, Jakarta Utara...Pihak Pelindo yang disinyalir sebagai pemilik sah areal pemakaman Mbah Priok, berniat mengalokasikan makam Mbah Priok ke Tempat Pemakan Umum (TPU) Budhidarma, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. Dan menurut penjelasan dari pihak Pemprov DKI Jakarta, sebenarnya kerangka Habib Hasan sendiri sudah tidak di Tanjung Priok. Kerangka jasad Habib Hasan Al Haddad atau Mbah Priok telah dipindahkan pada tahun 1997 lalu bersamaan dengan 32 rangka lainnya yang ada di TPU Dobo dengan luas 53.054 M2. Jadi, pihak Pemprov DKI & Pelindo beranggapan bahwa penggusuran ini tidak menyalahi aturan. Namun tidak begitu dengan masyarakat sekitar, Mbah Priok yang telah dianggap sebagai tokoh penting dalam penyebaran agama Islam di Jakarta ini begitu dihormati oleh warga sekitar sehingga ketika penggusuran ini terjadi pada pagi hari (14/4)true collective consiousness yg terbentuk dalam diri mereka adalah mereka merasa perlu untuk mempertahankan areal pemakaman ini. Warga Koja merasa mendapat tekanan dari pihak aparat yg terus merangsek masuk areal pemakaman dengan tujuan untuk "menghancurkan" areal tesebut guna dijadikan Ruang Terbuka Hijau & Terminal Peti Kemas. Mereka (warga Koja) merasa memiliki hak untuk mempertahankan areal makam tersebut namun hak tersebut seolah tidak diindahkan oleh pihak aparat-Pemprov DKI-Pelindo...Begitu pun dengan Satpol PP, mereka juga merasa mendapatkan tekanan dari "pihak atas" untuk merelokasi areal tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atas kinerja mereka.

Tekanan yang berbenturan inilah yg pada akhirnya menimbulkan suasana chaos dan anomie yang mengakibatkan banyak korban jiwa. Alangkah baiknya apabila pemerintah sebagai pemegang kekuasaan bertindak sebagai mediator dalam kasus ini, pihak MUI sudah berupaya untuk menjadi penengah dalam kasus ini namun apabila pemerintah tidak turun tangan dan pihak media massa/elektronik terus menerus menayangkan tragedi kekerasan ini secara intens maka solusi tidak akan tercapai. Saya yakin, baik warga maupun Satpol PP hanya menjadi kambing hitam dari kepentingan "atasan". Semoga arwah para korban Tragedi Priok Berdarah (14/4) bisa diterima disisiNya amin...

Kamis, 25 Maret 2010

Fenomena Anak Jalanan Ibukota



"jreng..jreng..kami anak jalanan hanya minta uang perak sekedarnya dari bapak ibu buat makan, ikhlas dari anda rejeki bagi kami"

realita sosial seperti inilah yang sering qt jumpai ketika kita menyusuri jalanan d'ibukota Indonesia t'cinta..memang bukan hal yg patut untuk kita banggakan (justru lebih t'kesan m'prihatinkan) bahkan mungkin banyak d'antara kita yg menganggap hal tsb sbg suatu perusak kenyamanan, bayangkan! sedang asik2'a tidur atau mengkhayal d'angkutan perkotaan yg kita tumpangi tiba2 t'dengar suara bising meminta belas kasihan untuk m'dapatkan uang receh yg mungkin nominal'a sering kita anggap remeh..namun apabila banyak p'masalahan yg sedang menimpa kita: d'marahin bos, kerjaan kantor belum beres, da masalah dgn pasangan, belum gajian, uang d'dompet tinggal selembar, dll..belum lagi masalah kemacetan yg bukan hal aneh lagi d'jakarta pastilah akan menambah rasa jengkel dlm diri kita sehingga uang 500,- yg sering kita sepelekan bukan tak mungkin akan menjadi benda b'harga yg enggan kita bagi dgn siapa pun (bahkan buat anak jalanan sekali pun)

Ditengah ketiadaan pengertian untuk anak jalanan, dapat ditemui adanya pengelompokan anak jalanan berdasar hubungan mereka dengan keluarga. Pada mulanya ada dua kategori anak jalanan, yaitu children on the street dan children of the street. Namun pada perkembangannya ada penambahan kategori, yaitu children in the street atau sering disebut juga children from families of the street.

Pengertian untuk children on the street adalah anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan yang masih memiliki hubungan dengan keluarga. Ada dua kelompok anak jalanan dalam kategori ini, yaitu anak-anak yang tinggal bersama orangtuanya dan senantiasa pulang ke rumah setiap hari, dan anak-anak yang melakukan kegiatan ekonomi dan tinggal di jalanan namun masih mempertahankan hubungan dengan keluarga dengan cara pulang baik berkala ataupun dengan jadwal yang tidak rutin.

Children of the street adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya di jalanan dan tidak memiliki hubungan atau ia memutuskan hubungan dengan orangtua atau keluarganya.

Children in the street atau children from the families of the street adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh waktunya di jalanan yang berasal dari keluarga yang hidup atau tinggalnya juga di jalanan.

Menurut departemen sosial, seseorang akan dikatakan anak jalanan bila:

1. berumur di bawah 18 tahun

2. berada di jalan lebih dari 6 jam sehari, 6 hari seminggu

Mengapa mereka tetap menjadi anak jalanan?
Banyak penampungan, rumah singgah dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang mengurus masalah anak jalanan, tapi anak-anak jalanan makin banyak dan malah berkembang semakin pesat. Yang sudah di sekolahkan malah keluar dari sekolahnya serta kembali menjadi pengamen dan peminta-minta. Menurut teori reinforcement: "sesuatu yang menyenangkan akan selalu diulang, sesuatu yang tidak menyenangkan akan dihindari". Mereka menganggap sekolah adalah sesuatu yang tidak menyenangkan (punishment) dan dengan mengamen / meminta-minta di jalan adalah sesuatu yang menyenangkan (reward) karena akan mendapatkan banyak uang untuk bersenang-senang. Apalagi sekarang ini menjadi anak jalanan adalah sesuatu yang "TOP", mereka diundang dan dapat bersalaman dengan presiden pada hari kemerdekaan / hari anak-anak / hari khusus lainnya, itu adalah sesuatu reinforcement yang hebat.

Bagaimanakah anak-anak jalanan itu menurut teori psikoanalisis?
Menurut teori Sigmund Freud, manusia memiliki Id, Ego dan Superego. Id adalah keinginan / hasrat badaniah manusia, misalnya ingin makan, ingin minum, hasrat sex, dll. Ego mengadakan kontak dengan dunia realitas yang ada diluar dirinya, mengatur kepribadian, tempat kedudukan intelegensi dan rasionalitas. Superego merupakan kode moral seseorang, yang memberikan larangan-larangan bila dianggap tidak benar. Manusia dianggap ideal bila memiliki Id, Ego dan Superego yang sama besar, yang seimbang. Anak-anak jalanan memiliki Id yang lebih besar dari pada Superego. Ini terbentuk karena tidak adanya didikan, sopan santun dan tata krama dari orang tua. Seorang anak akan dimarahi dan diperingati oleh orang tua mereka bila makan sambil jalan sehingga superego mereka akan terbentuk (bahwa makan sambil jalan itu adalah sesuatu yang tidak benar) tetapi seorang anak jalanan tidak pernah ada yang memperingati mereka bila mereka kencing sambil berjalan sekalipun.

yahhh...memang sih, ada pasal yg mengatakan bahwa fakir miskin & anak2 terlantar d'pelihara oleh negara. Namun, bukan berarti kita sebagai warga negara & makhluk sosial bisa lepas tangan dgn menyerahkan begitu saja kepada Pemerintah

salah satu modal sosial sebuah negara yg maju adalah masyarakat atw citizens negara yg b'sangkutan turut andil dalam pembangunan dan memberdayakan generasi muda..tapi itu semua adalah pilihan

:D:D:D:D:D:D:D:D

sumber: id.wikipedia.org/wiki/Anak_jalanan
indonesia.heartnsouls.com/cerita/d/c369.shtml

Jumat, 13 November 2009

M3A (Makin Modern Makin Aneh)






oi..oi..oi!!! pa kabar dunia?? tetep asik (gw yg nanya gw jg yg jawab,,kasian bgt c gw T_T) hahaha

btw lama jg gw ga nulis2 d'blog
mumpung sekarang lagi da mood bwt nulis jd langsung aja gw curahkan isi hati gw (sombong..) wakakakak..

baru2 ni gw dapet kiriman note dr salah satu murid gw (b'hubung gw adalah seorang guru maka info ni gw dpt dari 'murid' tp klo gw adalah seorang kapiten maka gw mempunyai pedang panjang..nah lo ngerti ga ma tulisan gw??? jayus bgt kan gw huahahaha) ttg salah satu makanan unik yg lagi booming d'Cina (mentang2 gw b'wisata kuliner jadi dikirimin ni note yg bakal m'buat gw emoh utk makan sup)

mw tw pa tu?? baiklah akan saya ceritakan..begini cerita'a (*diiringin ma musik b'nuansa horor sendu)

SUP TERKUTUK..!!!!
Cerita ini ditulis oleh seorang wartawan di sebuah negara di asia sehubungan dengan adanya gosip mengenai makanan penambah kekuatan dan stamina yang dibuat dari sari/kaldu janin manusia. ‘Healthy Soup’ yang dipercaya dapat mendapat stamina dan keperkasaan pria terbuat dari janin bayi manusia berumur 6 - 8 bulan dapat dibeli perporsi seharga sekitar 400 - 500 USD.

Salah seorang pengusaha pemilik pabrik di negara tersebut mengaku sebagai pengkonsumsi tetap ‘Healthy Soup’. Sebagai hasilnya, pria berusia 62 tahun menjelaskan khasiat ‘Healthy Soup’ ini mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kali dalam semalam. Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah satu restoran yang menyediakan ‘Healthy Soup’ dan
diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata sandi untuk ‘Healthy Soup’ adalah BAIKUT. Juru masak restoran menyatakan jenis makanan tersebut tidak mudah di dapat karena mereka tidak tersedia ‘ready stock’. Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara fresh, bukan
frozen. Tetapi kalau berminat, mereka menyediakan ari-ari bayi (plasenta) yang dipercaya dapat meningkatkan gairah
seksual dan juga obat awet muda.

Juru masak restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan Healthy Soup’, dia menganjurkan "untuk datang ke sebuah desa di luar kota dimana ada sepasang suami istri yang istrinya sedang mengandung 8 bulan. Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2 kali, tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis kelamin perempuan. Jika kali ini lahir perempuan lagi, maka ‘Healthy Soup’ dapat didapat dengan waktu dekat. Cara pembuatan ‘Healthy Soup’, seperti yang diceritakan oleh jurnalis yang meliput kisah ini adalah sebagai berikut : Janin yang berumur beberapa bulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging ayam dan Baikut, di tim selama 8 jam, setelah itu dimasak selayaknya memasak sup.

Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk meberitahukan bahwa ada restoran yang sudah mempunyai stok untuk ‘Healthy Soup’. Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer pergi ke restoran tersebut untuk bertemu dengan juru masak restoran tersebut yang tanpa membuang waktu langsung mengajak rombongan untuk tour ke dapur. Di atas papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar dari seekor kucing. Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut baru berusia 5 bulan, tidak dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti itu tergantung besar-kecil, hidup-mati janin tersebut dan sebagainya. Kali ini, harga per porsi ‘Healthy Soup’ 475 USD karena stok sedang sulit untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan kami, dengan terbuka juru masak tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau di gugurkan, biasanya mati, dapat dibeli hanya dengan beberapa puluh USD saja, sedang kalau dekat tanggal kelahiran dan masih hidup, bisa semahal 300 USD. Urusan bayi itu diserahkan ke restoran dalam keadaan hidup atau mati, tidak ada yg mengetahui.

Setelah selesai, ‘Healthy Soup’ disajikan panas di atas meja, penulis dan fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah kunjungan di dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan.

t'kadang gw heran,, kata'a qt hidup d'abad 21 yg notabene adalah abad modern (klo g percaya liat aja komik doraemon!!), klo didalam buku sosiologi dijelaskan bahwa ciri2 manusia modern salah satu'a adalah m'hargai hak asasi manusia
hak utk hidup itu kan merupakan hak asasi manusia yg paling dasar & hakiki kan??? tp kenapa semakin modern dunia malah semakin HAM tersebut dikesampingkan? bahkan diinjak2..kasian kan tu bayi!! mang bener kata p'Ustadz gw dulu yg mengatakan "ngapain takut ma setan? orang setan aja takut ma manusia cuz manusia tu lebih kejam daripada iblis..!!! paham???" dan pada saat tu gw cuma bisa bilang "paham p'ustadz" tanpa tw maksud & tujuan dari p'kataan bapak tsb (maklumlah saat tu gw cm seorang anak kecil yg lugu, imut & sopan huehehehe)

apakah ni bisa dikategorikan sebagai tanda2 akhir jaman??? entahlah..hanya Allah SWT yg tw
:D