Tampilkan postingan dengan label cinta kasih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta kasih. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2011

A Lifelike Mannequin Mummy "Pasikala"


Baru saja saya melihat saluran acara di tv kabel yang menayangkan tentang keindahan kota Meksiko, diantara semua keindahan yang disuguhkan tersebut ada satu "keindahan" yang membuat saya tertarik sekaligus membuat merinding..Kenapa? Karena di situ diperlihatkan sebuah toko gaun pengantin di Meksiko yang menampillkan mannequin pengantin wanita cantik yang ternyata adalah mumi!!

Ya, ketika pertama kali melihat mannequin ini saya hanya merasa "wah..cantik banget, persis wanita sungguhan" tapi tidak terbersit sedikit pun bahwa mannequin itu adalah mumi -yg notabene adalah mayat asli yg diawetkan- ckckck..Mannequin tersebut lazim disebut "Pasikala" oleh masyarakat sekitar.

Toko gaun pengantin tersebut terletak di kota Chihuahua, sebelah utara Meksiko City. Di toko tersebut berdiri sebuah (agak bingung menempatkan kata "sebuah" atau "seorang") manekin mumi pengantin wanita, dengan mata berbinar manekin itu menyunggingkan senyum manis yang membuat banyak para wanita Meksiko berlomba untuk membeli gaun pengantin di toko tersebut. Selama beberapa dekade, manekin ini telah banyak menarik perhatian para wisatawan barat untuk berkunjung dan menikmati kecantikan salah satu mumi tercantik di dunia ini.

Mumi pengantin wanita ini biasa disebut "Pasikala", entah apakah memang Pasikala itu nama dari manekin ini sewaktu hidup ataukah hanya sebuah nickname yang memiliki arti khusus. Saya coba mencari via internet tapi memang agak susah mencari literatur mengenai manekin mumi ini. Pasikala memiliki bentuk tubuh yang sangat ramping, tinggi dan putih (khas wanita kaukasoid) serta dianugerahi wajah yang rupawan. Ada sebagian masyarakat Meksiko yang mengatakan jika manekin mumi ini sewaktu hidup merupakan seorang model (entah benar atau tidak).

Kisah hidup manekin mumi ini terbilang tragis karena menurut cerita wanita ini tewas bunuh diri dengan cara terjun ke laut akibat rencana pernikahannya dengan pria yang ia cintai tidak direstui oleh orang tua. Sehingga di hari naas tersebut, ia nekat terjun bebas ke laut dengan menggunakan gaun pengantin lengkap dengan riasannya. Hal ini tentunya menimbulkan empati dari masyarakat sekitar dan akhirnya memutuskan untuk mengawetkan mayat tersebut dan memakaikannya gaun pengantin agar arwahnya tenang (karena hingga akhir hayatnya, Pasikala ini tidak pernah kesampaian memakai gaun pengantinnya menuju altar). Tidak disangka ternyata mumi ini menarik minat banyak orang dan akhirnya diputuskan mumi ini dijadikan manekin sebuah toko gaun pengantin.

Namun, ada versi lain yang menyebutkan bahwa sebenarnya Pasikala ini adalah putri pemilik toko gaun pengantin yang dibunuh oleh ibunya sendiri (tidak diketahui apa motif dari pembunuhannya) dan dijadikan manekin di toko gaun pengantin keluarganya sendiri setelah di-mumi. Kejadian ini terjadi sekitar tahun 1930-an.

Tidak tahu mana yang benar dari kisah Pasikala ini, tapi yang pasti masyarakat sekitar percaya bahwa Pasikala adalah seorang wanita cantik yang bunuh diri akibat kisah cintanya tidak direstui oleh orang tua. Maka dari itu "Pasikala" dijadikan model gaun pengantin agar ia bisa menarik minat para gadis muda (yang melihatnya) untuk melakukan keinginan terbesarnya, yaitu Menikah dengan pria yang dicintai. *so sweet banget ya pesan moralnya hehehe :D

Tapi entah kenapa saya masih belum bisa percaya kalau manekin ini adalah mumi loh! memang sih urat nadinya terlihat jelas dari pergelangan tangannya, namun masa iya ada mumi yang masih "mulus" tanpa cacat setelah berusia 80th? hmmm..yang pasti Pasikala ini benar2 cantik dan....menyeramkan hehehe





Kamis, 17 Maret 2011

Say YES to GAMBARU!! => Prinsip Hidup Masyarakat Jepang


Kemarin gw dapet kiriman email dari dosen gw yang saat ini sedang menuntut ilmu di Lyon University of France...cerita yang simpel namun panjang (apa coba maksud'a??? hahaha) tapi makna'a sangat dalam, dan m'buat gw -yg saat ini masih b'status sebagai mahasiswa- merasakan motivasi yg cukup besar dari bacaan ini :D..begini cerita'a:

Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian
sampai titik darah penghabisan. Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup selalu :
motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi); taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama) ; motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih lagi).

Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.

Gambaru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya...berhenti aja. Menurut kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya : "doko made mo nintai shite doryoku suru" (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha abis-abisan)

Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter "keras" dan "mengencangkan". Jadi image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah "mau sesusah
apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu" (maksudnya jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru, titik.).

Terus terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti, kenapa orang2 jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya.

Bahkan anak umur 3 tahun kayak Joanna (putri dari penulis cerita ini) pun udah disuruh gambaru di sekolahnya, kayak pake baju di musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga manja
terhadap cuaca dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki karena kalo telapak kaki langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan, sakit2 dikit cuma ingus meler2 atau demam 37 derajat mah ngga usah bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan
alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia melawan penyakitnya itu sendiri.

Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama, gambare! mama faitoooo! (mama ayo berjuang, mama ayo fight!).

Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah penghabisan it's a must!

Gw bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan kekuatan 9.0 di jepang bagian timur. Gw
tau, bencana alam di indonesia seperti tsunami di aceh, nias dan sekitarnya, gempa bumi di padang, letusan gunung merapi....juga bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan gempa bumi di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. Bahkan, ini adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia.

Wajaaaaaaar banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik kebingungan karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai ngerasa galau, nangis2, ga tau mesti ngapain.

Bahkan untuk skala bencana sebesar ini, rasanya bisa "dimaafkan" jika stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan membuat video klip tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak punya harapan.

Bagaimana tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu habis seluruh kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka tidak punya harapan.

Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini?

Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala ebiet diputar di stasiun TV. Nyari-nyari juga di mana rekening dompet bencana alam. Video klip tangisan anak negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu (lagu ala ebiet, rekening dompet bencana, video klip tangisan anak negeri), sama sekali ngga disiarkan di TV.
Jadi yang ada apaan dong?

Ini yang gw lihat di stasiun2 TV :

1. Peringatan pemerintah agar setiap warga tetap waspada

2. Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di wilayah tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)

3. Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan pemadaman listrik terencana

4. Tips-tips menghadapi bencana alam

5. nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi 24 jam

6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang terkena bencana

7. Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar bernilai banget harganya)

8. Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang dan tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari kita hadapi (government official pake kata norikoeru, yang kalo diterjemahkan secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh hati

9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati :
*ada yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de
(ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)

*Tulisan di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana ini; Gelap sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.

Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang bersamaan : kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang.

Ini negeri yang luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas banget, negeri yang
alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat baja, karena : falsafah gambaru-nya itu.

Bisa dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain GAMBARU. Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan dalam hidup.

Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan. Hanya, mental yang apa-apa "nyalahin" Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya, Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada rumput yang bergoyang... ..

I guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam di dalam diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akan bisa maju.

Kalau ditilik lebih jauh, "menyalahkan" Tuhan atas semua bencana dan persoalan hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani bertanggungjawab terhadap hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup.

Jika diperjelas lagi, ngga berani bertanggungjawab itu maksudnya : lari dari masalah, ngga mau ngadepin masalah, main salah2an, ngga mau berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah nangis manja.

Kira-kira setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk apa gw menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau S2 atau S3 mah, ya di eropa atau amerika sekalian, kalo di Jepang mah nanggung. Begitulah kata beliau.

Sempat terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo mau go international ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang ini. Toh sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga akan bisa survive di sini. Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan bukan sastra inggris atau sastra barat lainnya.

Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin sama sanak keluarga yang menyatakan ngga ada
gunanya gw nuntut ilmu di jepang.

Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya.

Mental gambaru itu yang paling megang adalah jepang. Dan menjadikan mental gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go international dan sejenisnya itu.

Benar, sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana saja. Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk memahami semua itu adalah di jepang.

Dan gw bersyukur ada di sini, saat ini. Maka, mulai hari ini, jika gw mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan TV, di supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw tidak akan lagi merasa muak jiwa raga.

Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati :

Indonesia jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte, kokoro kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru seishin wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu.

(Saya ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan arti dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian semuanya, orang-orang Jepang).

Say YES to GAMBARU!

Jujur, ketika baca cerita ini gw malu sebagai warga Indonesia. Setiap ada bencana yg d'gembar-gemborkan masyarakat kita adalah "karma Tuhan" atau "azab Tuhan" dan ujung2'a kita sibuk minta bantuan baik k'masyarakat internasional maupun masyarakat lokal. Sikap individual justru muncul pada saat begini, orang udah ga saling peduli dgn sesama korban (yg penting diri'a, harta benda'a dan kluarga'a selamat), boro2 ngasih semangat bwt sesama korban bencana, yg ada malah konflik akibat rebutan makanan ckckckck. Profesi baru juga mulai d'jalani oleh korban bencana sebagai PENGEMIS MASSAL yg minta duit d'jalan2 tanpa mau susah payah bangkit dgn kembali b'usaha dari titik nol ataupun nyalah2in pemerintah. Gw ngomong begini bukan karna mw ngebela pemerintah tapi cuma sekedar kecewa aja ma masyarakat kita yg sangat MANJA!!
Mungkin inilah kekurangan dari sebuah negara yg kaya akan SDA (bahkan gw denger2 Indonesia terkaya no 1 akan SDA d'dunia), masyarakat terbiasa d'manjakan dengan segala anugrah Tuhan berupa tanah yg subur, laut yg kaya, dsb sehingga mentalitas kita kurang t'asah..jadi inget buku yg gw baca, disitu diceritakan betapa gigihnya perjuangan masyarakat Jepang dimulai dari jaman Samurai. Di jaman modern seperti sekarang, Jepang yg notabene termasuk dalam jajaran negara kaya & maju masih m'pertahankan prinsip GAMBARU dgn baik, bahkan ada semboyan d'kalangan pelajar Jepang yg hendak m'ikuti ujian perguruan tinggi yaitu: 4 sukses 5 gagal => pelajar yg punya waktu tidur hanya 4 jam (sisa'a untuk belajar) akan berhasil masuk universitas sedangkan pelajar yg waktu tidur'a 5 jam d'jamin akan gagal...jika ia gagal maka solusi yg d'lakukan adalah HaraKiri (walaupun tata cara'a udah berubah karna udah ga pake m'robek perut dari kanan ke kiri lagi melainkan dgn gantung diri/potong urat nadi). Yah..walopun gw ga setuju dgn bunuh diri namun gw sangat mengagumi mentalitas masyarakat Jepang yg pantang menyerah dalam m'jalani hidup dan pantang mengemis2 ria :D
*yg pasti impian gw utk kuliah d'Jepang makin m'gebu2 huhuhu

yupz..semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi buat para pembaca, Gambatte ne kudasai!!!! \(^o^)/

Minggu, 06 Februari 2011

It's About LOVE (part 2)

Lagi2 masalah cinta...Sebener'a postingan kali ini masih b'kaitan dengan postingan gw yg sebelum'a cuma kalo yg kemaren ttg teori'a sekarang ttg praktek'a alias contoh kasus'a huehehehe

Baru2 ini (kyk'a ada beberapa postingan gw yg d'awali dgn kata "baru2 ini" yaa??? hahhh whatever lah..ga penting jg hahaha) gw kembali menjadi seorang konsultan percintaan bwt seseorang (halah...padahal masalah p'cintaan gw aja msh acak kadul xixixixi), kisah'a ini cukup menyedihkan karena cinta yg terhalang oleh restu orang tua (klasik abiz kyk cerita sinetron Indonesia)

Sebener'a gw ud biasa d'jadiin tmp curhatan sobat2/murid2 gw, dr mulai masalah p'cintaan sampai masalah ga penting kyk "bagus'a gw pake baju warna apa yaaa jeng?" hahaha ud kyk ibu2 arisan yaa????...yg ga biasa adalah ketika yg curhat adalah mantan gw hohoho, ud ada 2 c yg jatuhin pilihan bwt curhat k'gw cuma beda objek curhatan aja (yg satu soal hidup dan yg satu lagi soal cinta), gw rada bingung sebener'a ngasih solusi klo ud nyangkut soal perasaan maka'a selama dy cerita gw cm bs jd pendengar yg baik aja yaahhh sesekali gw kasih saran + sharing pengalaman (ga nyangka loh gw klo akhir'a gw bs sharing soal kisah asmara gw ma mantan gw yg notabene dulu'a tu overprotected bgt ma gw, bahkan gw ga boleh nyimpen no hp/bluetooth2-an ma tmn co gw hahaha)..but i'm glad for this situation :D, kami m'awali hubungan dengan menjadi sahabat dan sekarang pun kembali menjalin hubungan sebagai sahabat ;D

Inti'a c yg nama'a cinta itu butuh pengorbanan & secinta apapun qt sama pasangan, qt juga harus siap utk ngelepas dy suatu hari nanti..Seperti yg ud pernah gw singgung d'postingan yg sebelum'a bahwa cinta itu ibarat 2 sisi mata uang -d'satu sisi memberikan kebahagiaan tp d'sisi lain m'bwt qt t'puruk-. Ketika qt memutuskan utk m'cintai seseorang maka saat itu jg qt harus siap dgn segala konsekuensi'a termasuk m'ikhlaskan dy pergi dari sisi qt suatu saat nanti

Jodoh itu ga bisa d'paksa, mw u jedotin kepala atau nangis darah sambil guling2an d'jalan jg klo Tuhan menakdirkan u ga jodoh dgn pasangan mw d'apain?? satu2'a cara adalah dgn belajar ikhlas...memang susah (gw pernah ngerasain itu soal'a) tp gw jamin rasa sakit karna kehilangan itu cm sementara ko' (org bodoh aja yg rela bunuh diri cm gara2 cinta!!). Tadi gw kasih saran k'sahabat gw utk telpon cw'a bwt tanya apakah masih mw ngedukung dy? dan tepat d'hadapan gw sahabat gw itu netesin air mata karna akhir'a mereka sepakat bwt m'akhiri hubungan. Gw cuma bisa bilang "sabar" & "semangat" sambil nepuk punggung sahabat gw itu, entah karna gengsi atw emosi blm sepenuh'a kluar sahabat gw buru2 ngusap air mata'a...

D'akhir pertemuan kami td gw cuma pesen "lo kluarin emosi lo malam ini Q, lo nangis sepuas2'a malam ini & malam2 berikut'a tp besok pagi &pagi2 berikut'a lo musti ceria lagi + semangat jalanin kehidupan lo...i'll be there for you sebagai sahabat" (bijak bgt yaa gw huahahahaha, padahal saat ini gw bener2 lagi butuh perhatian dr seseorg T_T)...

Hmmmmm...cinta memang rumit yaa

Sabtu, 05 Februari 2011

It's About LOVE


L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very, very extraordinary
E is even more than anyone that you adore can

Love is all that I can give to you
Love is more than just a game for two
Two in love can make it
Take my heart and please don't break it
Love was made for me and you

L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very, very extraordinary
E is even more than anyone that you adore can

Love is all that I can give to you
Love is more than just a game for two
Two in love can make it
Take my heart and please don't break it
Love was made for me and you
Love was made for me and you
Love was made for me and you

Secarik lirik lagu L.O.V.E milik Frank Sinatra rasanya cukup mewakili kita untuk mengawali hari di bulan Februari (sebenernya sih udah hari ke 5 wuehehehehe) yang kata orang2 bulan penuh cinta (halah...)

Hmmm...ada satu pertanyaan yang tiba2 menggelitik gw utk tau lebih lanjut mengenai cinta: What do you think about LOVE?
Pertanyaan sederhana itu pasti akan mudah dijawab, klo ga percaya coba aja tanya ma anak2 ABG jaman sekarang huehehehe...Klo menurut gw pertanyaan tersebut memang sederhana namun ga sesederhana makna yang terkandung di dalamnya (buat gw sih pertanyaan itu sulit utk dijawab :o)

Sebuah kata yang terdiri dari 5 huruf klo dalam bahasa Indonesia atau 4 huruf dalam bahasa Inggris ini memiliki makna yang berbeda-beda bagi yang merasakannya, ada yang merasa bahwa cinta itu indah namun ada juga yang berpendapat klo cinta itu menyakitkan...Klo menurut Wikipedia sih Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut. Ga heran klo lagu2 bertemakan cinta biasanya laku keras di pasaran industri musik dunia!!!

Menurut gw, cinta itu ibarat 2 sisi mata uang dimana cinta bisa mendatangkan kebahagiaan; membuat kita bersemangat; hati berbunga-bunga; dunia terasa berwarna & indah tapi di sisi lain cinta juga dapat merenggut kesemuanya itu dalam sekejap bahkan nyawa sekalipun. Banyak para remaja putri yang rela memberikan segalanya atas nama cinta, banyak pria yang rela mengorbankan segalanya atas nama cinta. Cinta itu bias gender, tanpa memandang jenis kelamin cinta bisa membuat manusia terlena & terpuruk..maka dari itu gw menyimpulkan bahwa cinta itu plin-plan huehehehehe, cinta juga membuat hidup yang udah rumit ini menjadi semakin rumit karena ke'plin-plan'annya KENAPA? karena cinta itu ga ada yang abadi (klo cinta itu abadi ga bakal ada perceraian/perselingkuhan/perpisahan) hanya ada satu cinta yang abadi yaitu cinta kepada si Empu-nya alam semesta :D

Ternyata bener katanya Lea Salonga dan Brad Kane dalam lagunya yang berjudul We Could Be in Love => cinta itu adalah misteri...Kita ga tau akhir dari perjalanan cinta yang kita tempuh saat ini atau kepada siapa cinta ini akan berlabuh, akankah cinta yang kita miliki ini akan berakhir bahagia ataukah justru berbalik membunuh kita?? Nobody knows @_@

*Quote of d'day:
"Love is a special feeling given to humans. Love turned the soul. Love makes a person happy and miserable at the same time. Anybody who understand love will be the love’s master, not his servant".

Minggu, 12 Desember 2010

Power of Love

Baru2 ini gw baca postingan cerita d'salah satu blog teman, cerita yang sangat sederhana namun mengena d'hati (ceilah...)

Isi cerita'a mengangkat tema ketulusan cinta (yg pada akhir'a gw simpulkan dapat menimbulkan kekuatan cinta jg pasti'a hehehe) antara mahasiswi yang sedang menyelesaikan studi'a d'salah satu perguruan tinggi negri paling b'gengsi di negri ini (kata'a c tp gw agak meragukan kredibilitas kampus ini sebener'a...& miris'a adalah gw t'catat sbg salah satu mahasiswi d'kampus tsb huahahahahaha :D), lanjut yaa...jadi ini mengisahkan ttg ketulusan cinta antara mahasiswi dengan masinis yg latar belakang pendidikannya hanya sebatas STM (kata temen gw c)

Ketika KA yang d'tumpangi oleh temen gw berhenti d'stasiun kampus tsb, ada seorang gadis (mahasiswi) m'hampiri kabin masinis dan dgn senyum simpul'a ia m'cium tangan sang masinis tsb sembari m'berikan bekal makanan berupa air mineral & brownies..sang masinis pun tersenyum dan m'belai lembut kepala si gadis

Jujur ketika gw m'baca postingan ni, gw amat sangat t'haru...pada dasar'a gw tipe cw ga percaya ma cinta sejati karna gw slalu yakin bahwa pria tu pasti punya kecenderungan utk selingkuh (maka'a gw rd ogah2an klo m'jalin hubungan yg ga da juntrungan'a). Selain pernah punya pengalaman pribadi, gw jg sering ngeliat pengalaman temen2 gw yg lain...sampai suatu saat gw menyimpulkan bahwa cinta itu ga lebih dari sesuatu hal yg b'landaskan relasi pasar, dimana antara pria dan wanita yg saling m'cintai pada dasar'a ga lebih dari proses saling menukar keuntungan (yaahhhh..simbiosis mutualisme lah). Wanita dgn segala cara m'percantik diri & meningkatkan kualitas estetika'a guna menarik perhatian pria sedangkan pria b'usaha mendapatkan materi sebanyak2'a guna menarik p'hatian wanita & ketika terjadi flirting d'antara mereka maka terjadilah proses tukar menukar 'komoditas' tsb (sosiologi bgt yaa!!! xixixixi)

Namun ternyata kejadian "masinis-mahasiswi" ini m'buka mata hati & pikiran gw mengenai ketulusan cinta yang nanti'a akan melahirkan kekuatan cinta...seorang mahasiswi yg notabene akan m'dapatkan prestise & privilage yg lebih tinggi ketimbang lulusan SMA/STM, akibat CINTA ternyata bisa menafikan segala kemungkinan yg ada...ia hormat dgn m'cium tangan penuh takzim'a kpd sang pacar yg hanya seorang masinis lulusan STM, sungguh sesuatu yg m'harukan dan pantas utk d'tiru!!!

Walaupun d'jaman globalisasi yg penuh dgn modernitas dan kepalsuan ini, ternyata masih tersimpan ketulusan cinta d'kalangan manusia...Wahai mahasiswi & p'masinis, tw kah seberapa besar makna yg kalian berikan kpd saya??? sungguh hebat p'juangan & ketulusan yg kalian tunjukkan, hanya doa agar kalian selalu rukun & dapat menjadi keluarga yg sakinah, mawadah, warrohmah aamin :D

*nb: kapan yaa gw bisa merasakan hal tsb? m'cium tangan seseorang dgn penuh takzim guna m'dapat ridho'a dalam segala hal yg akan gw lakukan pada satu hari itu :)..bukan gelar akademik, materi ataupun tampilan fisik yg gw butuhkan melainkan ketulusan dan kekuatan cinta yg ia tawarkan yg sangat gw nilai & butuhkan :D:D:D:D:D

Minggu, 24 Oktober 2010

The Little Hero: Iqbal Masih's Story


Semakin hari semakin membanggakan saja para generasi muda dunia ini :D..walaupun terhimpit dengan masalah ekonomi, SARA, keterbatasan jaringan, dll tapi tidak m'goyahkan semangat anak-anak ini untuk mengembangkan dan m'aplikasikan hati nurani mereka bagi perdamaian dunia. Sebener'a ada banyak anak-anak dari berbagai belahan dunia yang telah b'juang dan b'partisipasi secara vokal & aktif dalam m'perjuangkan perdamaian dunia, tapi yang akan coba saya bahas disini (d'blog ni) hanya satu orang anak yang sangat m'buat saya terharu baca kisah'a (walopun hanya lewat internet hiks..hiks), yaitu Iqbal Masih

Iqbal Masih (Urdu: اقبال مسیح) adalah seorang anak Pakistan yang lahir pada tahun 1983. Pada usia 5th, ia dijual oleh keluarganya di pabrik karpet/permadani di kota kecil Muridke dekat Lahore. Keluarganya terpaksa menjual Iqbal karena terlilit kemiskinan, sesuatu yang lumrah di wilayahnya. Begitu lahir, ayahnya, Saif Masih, kabur sedangkan Ibunya, Inayat, hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Tahun 1986, kakak Iqbal menikah, dan keluarga itu membutuhkan biaya 600 rupee (12 US $ waktu itu) untuk pesta pernikahan tersebut. Untuk membayar biaya pernikahan inilah, Iqbal dijual sebesar 12 US $. Selama setahun ia bekerja magang tanpa dibayar, kemudian ia dibayar 20 sen US dolar /hari, tetapi ia tidak pernah menerima uangnya, karena dianggap sebagai bagian pengurangan utangnya oleh empunya pabrik -rentenir yang membeli Iqbal dari keluarganya-.

Iqbal dan buruh cilik lainnya harus bekerja selama 14 jam/hari dengan posisi jongkok & tanpa bicara selama 6 hari/minggu. Hal ini menyebabkan postur tubuh Iqbal dan buruh cilik lainnya menjadi tidak normal (bahkan postur tubuh Iqbal ketika b'usia 12th mirip dengan postur tubuh anak b'umur 6th).

Utang Iqbal bertambah setiap hari karena harus membeli makan dan alat yang dipakainya untuk bekerja pada rentenir itu juga. Kalau ia membuat kesalahan, ia didenda, dan dendanya juga menjadi bagian utangnya juga. Keluarga Iqbal juga terus meminjam uang kepada rentenir itu. Jadi semakin bertambah umurnya, uatang Iqbal semakin banyak. Pada saat Iqbal berumur 10 tahun, utangnya menjadi 260 US $.

Apa yang membedakan Iqbal dan anak miskin lain dikampungnya? Ia selalu gembira, optimis, berspirit tinggi, tidak pernah kelihatan kepercayaan akan masa depan. Pada umur 10 tahun ia kabur, lari ke polisi. Bukannya ditolong, ia malah dikembalikan ke tempat perbudakannya itu. Akibatnya untuk beberapa lama, ia digantung terbalik, dengan kakinya diikat di atap.

Tidak kapok, ia kabur lagi. Kali ini tidak ke polisi, atau ke rumah, tetapi kabur jauh, sampai suatu saat ia bertemu dengan orang dari Bonded Labor Liberation Front. Mereka berdua kemudian bekerja sama, meningkatkan kesadaran masyarakat Pakistan, dan kemudian mendunia. Iqbal dengan berani terlibat langsung membebaskan anak2 dari berbagai perusahaan batu bata dan permadani . Secara langsung dan tidak langsung, ia membebaskan 3000 anak dari kerja paksa semacam itu.

Namun perjuangannya yang luar biasa dan menggemparkan dunia itu m'buat para sindikat karpet di Pakistan marah besar lantaran Iqbal berhasil m'publikasikan persoalan pekerja anak industri pada dunia. Pada tanggal 16 April 1995, Minggu Easter, Iqbal dibunuh orang yang mengendarai sepeda dengan shotgun. Diduga ia dibunuh oleh Carpet Mafia karena gerakan Iqbal menyebabkan kerugian besar untuk perusahaan permadani yang mempekerjakan anak-anak. Sampai sekarang pembunuhan itu tidak pernah diusut oleh polisi.

Sebelumnya, di tahun 1994 Iqbal sempat menerima anugerah Reebok Human Rights Award dan pada tahun 2000, ia juga diberi predikat sebagai salah satu pejuang hak anak.

Hebat yaa!!! walopun tetep tuaan dy (gw lahir taun 1987) tapi d'umur yang masih t'hitung belia, Iqbal udah t'motivasi utk m'bebaskan diri dan anak2 seusia'a dr p'buruhan kejam dunia industri ckckckck...tapi tetep aja, ga di Indonesia ga d'belahan dunia manapun, yg nama'a pejuang HAM klo meninggal (dgn sebab apapun) pasti ga pernah d'usut oleh negara, kenapa coba???

yo wezzz...untuk yang mw tau kisah lengkap'a silahkan baca sendiri novel'a yg b'judul The Little Hero; one boy's fight for freedom; Iqbal Masih's Story

<= klo da yg punya novel ini, tlg kabarin gw yaa cz gw blom punya tu novel hehehe :D

Kamis, 08 April 2010

Hachiko: Lambang Kesetiaan Seekor Anjing




Hachikō (ハチ公 ?) (10 November 1923-8 Maret 1935) adalah seekor anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Ōdate, Prefektur Akita. Ia terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikan. Setelah majikannya meninggal, Hachikō terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di Stasiun Shibuya, Tokyo.
Julukan baginya adalah Hachikō Anjing yang Setia (忠犬ハチ公 Chūken Hachikō?). Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya telah menjadi salah satu marka tanah di Shibuya. Sewaktu membuat janji untuk bertemu di Shibuya, orang sering berjanji untuk bertemu di depan patung Hachikō.

Kisah hidup
Lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saitō dari kota Ōdate, Prefektur Akita. Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis Akita Inu. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Ōdate, 14 Januari 1924. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun Ueno, Tokyo.

Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburō Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Department Store sekarang.

Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.

Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 Mei 1925. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.

Nasib malang ikut menimpa Hachi karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi. Hachi dan John dititipkan kepada salah seorang kerabat Yae yang memiliki toko kimono di kawasan Nihonbashi. Namun cara Hachi meloncat-loncat menyambut kedatangan pembeli ternyata tidak disukai. Ia kembali dititipkan di rumah seorang kerabat Yae di Asakusa. Kali ini, kehadiran Hachi menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya dan tetangga di Asakusa. Akibatnya, Hachi dititipkan ke rumah putri angkat Profesor Ueno di Setayaga. Namun Hachi suka bermain di ladang dan merusak tanaman sayur-sayuran.
Pada musim gugur 1927, Hachi dititipkan di rumah Kikusaburo Kobayashi yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno. Rumah keluarga Kobayashi terletak di kawasan Tomigaya yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikan di Stasiun Shibuya.

Pada tahun 1932, kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saitō dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saitō menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul Itoshiya rōken monogatari ("Kisah Anjing Tua yang Tercinta"). Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikan. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran kō (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachikō.
Sekitar tahun 1933, kenalan Saitō, seorang pematung bernama Teru Andō tersentuh dengan kisah Hachikō. Andō ingin membuat patung Hachikō. Setiap hari, Hachikō dibawa berkunjung ke studio milik Andō untuk berpose sebagai model. Andō berusaha mendahului laki-laki berumur yang mengaku sebagai orang yang dititipi Hachikō. Orang tersebut menjual kartu pos bergambar Hachikō untuk keuntungan pribadi. Pada bulan Januari 1934, Andō selesai menulis proposal untuk mendirikan patung Hachikō, dan proyek pengumpulan dana dimulai. Acara pengumpulan dana diadakan di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan), 10 Maret 1934. Sekitar tiga ribu penonton hadir untuk melihat Hachikō.

Patung perunggu Hachikō akhirnya selesai dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya. Upacara peresmian diadakan pada bulan April 1934, dan disaksikan sendiri oleh Hachikō bersama sekitar 300 hadirin. Andō juga membuat patung lain Hachikō yang sedang bertiarap. Setelah selesai pada 10 Mei 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri Kōjun. Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal 8 Maret 1935, Hachikō, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya. Hachikō biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis.

Upacara perpisahan dengan Hachikō dihadiri orang banyak di Stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myōyū-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachikō berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachikō dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di Pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachikō diopset, dan hingga kini dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Ueno, Tokyo.

Pada 8 Juli 1935, patung Hachikō didirikan di kota kelahiran Hachikō di Ōdate. tepatnya di depan Stasiun Ōdate. Patung tersebut dibuat serupa dengan patung Hachikō di Shibuya. Dua tahun berikutnya (1937), kisah Hachikō dimasukkan ke dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah On o wasureruna (Balas Budi Jangan Dilupakan). Pada tahun 1944, di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, patung perunggu Hachikō ikut dilebur untuk keperluan perang. Patung pengganti yang sekarang berada di Shibuya adalah patung yang selesai dibuat bulan Agustus 1948. Patung tersebut merupakan karya pematung Takeshi Andō, anak laki-laki Teru Andō.

Pintu keluar Stasiun JR Shibuya yang berdekatan dengan patung Hachikō disebut Pintu Keluar Hachikō. Sewaktu didirikan kembali tahun 1948, patung Hachikō diletakkan di bagian tengah halaman stasiun menghadap ke utara. Namun setelah dilakukan proyek perluasan halaman stasiun pada bulan Mei 1989, patung Hachikō dipindah ke tempatnya yang sekarang dan menghadap ke timur.


Film Hachikō Monogatari karya sutradara Seijirō Kōyama mulai diputar di Jepang, Oktober 1987. Pada bulan berikutnya diresmikan patung Hachikō di kota kelahirannya, Ōdate. Monumen peringatan ulang tahun Hachikō ke-80 didirikan 12 Oktober 2003 di lokasi rumah kelahiran Hachikō di Ōdate. Sebuah drama spesial tentang Hachikō ditayangkan jaringan televisi Nippon Television pada tahun 2006. Drama sepanjang dua jam tersebut diberi judul Densetsu no Akitaken Hachi (Legenda Hachi si Anjing Akita). Pada tahun 2009 film Hachiko: A Dog's Story[1] karya sutradara Lasse Hallström mulai diputar dan dibintangi oleh Richard Gere dan Joan Allen.

Sabtu, 10 Oktober 2009

Cinta Ibu Sepanjang Masa

met puagiiii...!!!!! ^_^v

baru-baru ni (tepat'a kemaren) gw baca tabloid Kartini edisi November 2008,, disitu da satu artikel yg membuat gw terharu & tergerak untuk gw tuang dalam blog gw [cielah..gaya!!!!]..judul artikel'a Cinta Ibu Sepanjang Masa..

menceritakan ttg kisah perjuangan seorang ibu paruh baya yg dengan setia merawat putri'a yg koma sejak tahun 1970 akibat penyakit diabetes yg diidap sang putri sejak taun 1969, ibu hebat tsb bernama Kaye O'Bara seorang warga Florida, AS. Kaye memiliki seorang putri bernama Edwarda yg diketahui mengidap diabetes dan 2 hari sebelum Natal di bulan Desember 1970, Edwarda mengalami koma b'kepanjangan sampai saat ni. Kaye dan Joe O'Bara (ortu Edwarda) dengan setia merawat Edwarda walaupun dokter setempat telah mengklaim bahwa Edwarda tidak akan b'tahan hidup namun rasa sayang dan cinta kasih yg tulus membuat pasanagn tersebut percaya akan kekuasaan Tuhan bahwa putri mereka kelak akan siuman..namun sayang, di pertengahan tahun 1972, Joe akhir'a dipanggil Sang Kuasa utk selama'a meninggalkan Kaye (sang istri) seorang diri beserta putri'a yg koma

hal tersebut ternyata tidak menyurutkan langkah Kaye utk terus merawat dan mengasihi Edwarda karna menurut penuturan Kaye, sebelum putri'a tidak sadarkan diri, Edwarda sempat meminta Kaye utk tidak meninggalkan'a & Kaye pun menyanggupi p'mintaan terakhir sang putri tersebut. tahun berganti tahun, bulan berganti bulan..sampailah mereka di penghujung tahun 2008 & Edwarda tetap dalam kondisi koma tidak sadarkan diri!!! dengan b'bekal uang santunan dari dinas sosial dan pensiun suami'a, Kaye terus b'juang menyembuhkan putri'a,,hal ini t'lihat dari tetap setia'a Kaye merawat sang putri dengan rutin membolak-balik tubuh Edwarda dengan tujuan ketika Edwarda siuman nanti ia tidak mengalami nyeri akibat terlalu lama b'baring di tmp tidur, memberi makan Edwarda berupa campuran biskuit bayi dan susu yg disalurkan melalui tube yg disambungkan ke tubuh Edwarda, membacakan buku sampai memutarkan alunan musik agar Edwarda merasa nyaman..Mengharukan banget kan!!

namun rasa optimis Kaye untuk melihat Edwarda siuman ternyata harus pupus di tengah jalan, p'tengahan taun 2008 seorang perawat yg bertugas utk mengontrol kesehatan Kaye dan Edwarda menemukan Kaye tewas disela-sela rutinitas'a memberi makan Edwarda..yaa Kaye O'Bara akhir'a menghadap Sang Kuasa diusia'a yg ke-80 akibat gagal jantung yg diderita'a, ia meninggalkan putri'a seorang diri yg tetap dalam keadaan koma. hal tsb ternyata menggerakkan hati seorang penulis utk mengabadikan kisah cinta seorang ibu yg b'juang merawat putri'a walaupun pada akhir'a si ibulah yg meninggal duluan,, kisah ini dituangkan dalam buku laris karya Dr. Wayne Dyer yg b'judul A Promise is A Promise: An Almost Unbelievable Story of a Mother's Unconditional Love and What It Can Teach Us...kira2 kapan yaa ni buku b'redar di Indonesia??? gw pasti bakal beli ni buku :D:D:D

dari cerita di atas bisa kita lihat betapa besar rasa sayang seorang ibu kepada anak'a..bener kata pepatah yg mengatakan "kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah". jujjur aja ketika gw baca ni artikel gw langsung meneteskan air mata (widiiihhhh...jarang2 loh gw nangis gara2 buku/film), bayangin aja dengan hanya b'bekal uang santunan dari pemerintah dan uang pensiun suami yg tidak seberapa tapi Kaye tetep b'usaha merawat Edwarda yg menurut dokter tidak dapat disembuhkan..yg m'buat gw terharu adalah Kaye rutin membolak balik badan Edwarda agar putri'a tu tidak nyeri ketika siuman nanti, ngasih makan walaupun hanya lewat tube, bacain buku bahkan mpe muterin lagu kesukaan Edwarda!! semua tu dilakukan untuk 1 tujuan, yaitu walaupun kehilangan kesadaran namun Edwarda bisa tetap nyaman dalam tidur'a yg puanjaaaaaaaannnggg.. padahal Kaye pun sebenar'a mengidap penyakit jantung loh! dia rela mengabaikan kesehatan diri'a demi merawat Edwarda..sumpah lo semua musti baca ni artikel & gw jamin lo smw bakal sembah sujud k'ibu masing-masing hehehe (lebay deh gw!! hahaha)

huahhh...gw b'harap Kaye diterima disisi Tuhan YME & jika seandai'a memang Edwarda tidak bisa siuman, gw harap kelak mereka bisa b'kumpul lagi di dunia sana aminnn....o iy,, berita t'akhir yg gw denger pihak keluarga Kaye akan mengambil alih tugas perawatan Edwarda, mereka b'janji utk akan meneruskan p'juangan Kaye dalam menyembuhkan Edwarda
yah semoga aja amanat tu bisa dipenuhi oleh mereka..
btw utk para anak di luar sana, satu pesan gw : Hormatilah ibumu karna orang yg selalu m'doakan setiap langkah kita adalah ibu :D:D:D:D:D:D:D:D