Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Januari 2012

Not Korean-Wave but Javanese-Wave :D


2 hari yang lalu (28/01) secara tdk sengaja gw terpaku pada satu acara talk show yang disiarkan di salah satu televesi swasta berjudul 'Apa dan Siapa'. Yang membuat gw terpaku adalah ketika si bintang tamu yang notabene adalah perempuan dengan gemulainya menarikan salah satu tarian yang gw identifikasikan sebagai tarian Jawa. Dalam tarian itu terlihat betapa luwesnya si wanita ini menarikan tarian Jawa yang terkenal akan tempo lambatnya (gw pernah les tari tradisional ketika kecil, dan menurut gw tarian Jawa merupakan tarian yang membutuhkan kesabaran karna tempo gerakannya lambat dan halus hehehe).

Ketika sedang menarikan tarian tersebut, terlihat betapa menikmatinya beliau ke dalam ritme salah satu budaya tradisional Indonesia ini. Yang paling membuat gw terkejut sekaligus terharu dan malu adalah ketika si bintang tamu ini memperkenalkan dirinya dengan nama JEANNIE PARK..Dari nama belakangnya udah bisa qt tebak bahwa beliau ini merupakan keturunan Korea dan memang benar, beliau adalah seorang korea selatan berkewarganegaraan USA.

Dalam talk show tersebut beliau mengatakan bahwa beliau sudah sangat tertarik dgn kebudayaan Indonesia -khususnya awa- sejak usia 10th. Beranjak dewasa, perasaan kagum itu semakin membuncah dan alasan ini pula yang melatarbelakangi keputusan besar dalam hidupnya, yaitu belajar tari Jawa langsung ke Yogyakarta dan meninggalkan profesinya sebagai seorang kurator pusat kebudayaan terkenal di LA (Amerika Serikat). Sejak tahun 2000 ia sudah menetap di Indonesia (sampai sekarang) dan akhirnya menikah dengan seorang pria Indonesia yg juga berprofesi sbg penari tarian Jawa klasik. Logat bicaranya pun sangat njawani lengkap dengan medok Jawanya hahaha..Ia pun akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang WNI karena didorong dgn kecintaannya yg besar terhadap tanah air kita ini.

Ada satu sesi dimana sag presenter menanyakan sattu pertanyaan krusial mengenai apa alasan mba Jeannie ini menyukai tarian Jawa, jawaban yang keluar dari mulut wanita ayu inipun sungguh sangat membuat gw tersindir dan malu sebagai seorang wanita keturunan Jawa. Ia menjawab "saya tidak hanya sekedar menyukai melainkan sudah sangat mencintai budaya ini (khususnya tarian klasik Jawa), saya pun heran kenapa banyak orang Indonesia yg justru acuh tak acuh terhadap tarian Jawa" dengan logat Jawa yg sangat kental. Lalu si presenter menambahkan "padahal saat ini Indonesia sedang dilanda Korean-Wave loh bu, mulai dari drama, musik sampai produk2 serba Korea sangat digandrungi oleh generasi muda Indonesia" dan jawaban mba Jeannie "hahahaha..iya ya, kalau saat ini anak-anak muda terkena Korean-Wave syndrome, saya justru terkena Javanese-wave syndrome hahahaha..entahlah yg pasti hal ini membuat saya bingung, saya saja yg bukan asli Indonesia sangat mencintai budaya Indonesia justru org asli Indonesia malah menyukai budaya luar".. Kisah mba Jeannie ini mirip kayak film yg dibintangi oleh Julia Robert yg berjudul Eat, Pray and Love (klo ga salah mba Julia Robert ini juga terpukau akan budaya Bali bahkan ia sampai berpindahh keyakinan menjadi penganut Hindu karna merasakan kedamaian ketika berada di Bali, Indonesia :D)

Kalimat-kalimat pendek yg keluar dari mulut seorang Jeannie Park langsung menohok hati gw, gw ga mau munafik karna sejujurnya gw pun termasuk salah seorang yg terkena Korean-wave syndrome walopun tdk separah abege kebanyakan. Gw yg berdarah asli Jawa justru ga fasih berbahasa Jawa sedangkan ia yg notabene adalah org asing justru sangat fasih berbahasa Jawa lengkap dengan 'medoknya' ckckckckcckckckck..jadi inget pernyataan seorang murid yg saat itu konsultasi ttg jurusan kuliah yg akan dia pilih, ketika gw sarankan utk masuk sastra jawa/sastra Indonesia UI (mengingat saat ini peluang kerja lulusan sastra jawa dan sastra Indonesia ini cukup menjajikan di luar negeri sekaligus sbg upaya pelestarian budaya asli Indonesia agar tidak punah) si murid justru menjawab gini "ah daripada saya jadi DALANG mendingan saya masuk sastra belanda atau rusia sekalian ka" (dua jurusan ini kurang begitu populer di FIB UI ketimbang sastra Jepang, Indonesia, Inggris, Perancis, Korea)..

*malu ga sih kita akan kejadian ini? di saat kita terpukau akan budaya asing, orang asing justru terpukau akan budaya khas kita..klo sudah begini siapa yg patut disalahkan apabila kebudayaan kita 'dicaplok' bangsa lain?????

Mari kita tingkatkan kecintaan kita terhadap budaya asli Indonesia (tp jgn sampai mengarah pada chauvinisme loh!!), hidup Indonesia!!!! \(^0^)/

*Klo mw tahu lebih lengkap profilnya mba Jeannie ini bs di search di mba google :D

Jumat, 30 Desember 2011

Rendang :,Makanan Terlezat Di Dunia!!!!


Woowwwwww..surprise banget saat nonton acara Selera Asal di salah satu stasiun televisi swasta yg sedang meliput kuliner khas Minang 'Rendang Baluik' (baca: Rendang Belut) dimana sang narator mengatakan bahwa berdasarkan polling yang diadakan oleh CNN menyatakan bahwa Rendang Padang menduduki peringkat no 1 daftar makanan terlezat di dunia, yang disusul oleh nasi goreng di urutan ke-2 dan sate di urutan 14!!!!

Dikejar rasa penasaran akhirnya gw coba searching di internet mengenai hal ini dan bener aja ternyata salah satu kuliner khas Indonesia berhasil menduduki posisi juara. Yahh walaupun qt masih tetep ketinggalan dari Thailand yang 4 kulinernya masuk dalam jajaran 10 makanan terlezat di dunia, tapi qt boleh berbangga hati karna Rendang dan Nasi Goreng menjadi primadona dunia (ngalahin sushi euy!!)..

Ternyata dibalik bombardirisasi makanan luar yang akhir2 ini marak banget membanjiri pangsa pasar kuliner Indonesia, kuliner Indonesia justru jadi primadona di luar negri sana. Gw sempet miris ketika ngeliat banyak banget resto Sushi (dari berbagai merk dan harga) menjamur di wilayah Depok dan selalu dipenuhi oleh pelanggan yang notabene adl para remaja tanggung korban modernisasi :(

Hmmmm...kontras banget yaa jika dibandingkan dgn prestasi kuliner qt di kancah internasional? btw, gw punya pesen bwt para remaja tanggung korban modernisasi yg doyan bgt makan sushi atw makanan dr luar "tw ga sih? makanan yg kalian agung2kan dan selalu kalian bela2in ngantri tu urutannya jauh dibawah rendang loh!! udah gitu harganya mahal lagi ckckckck..mendingan jg nongkrong di warung padang yg udah diakui dunia perihal rasa hohohohohohohoho :D:D:D"

Oke deh..sekali lagi gw ucapkan selamat utk Indonesia dan provinsi Sumatera Barat yg udah berhasil menjadi jawara di kancah internasional bidang kuliner, mari tingkatkan promosi kuliner asli Indonesia di mata dunia!! gw jamin masing2 makanan dari 33 provinsi di Indonesia akan masuk dalam jajaran makanan terlezat di dunia :D..
*kebetulan nyokap lg masak rendang hohoho

Indonesia, FIGHTING!!!!!!!!!!!

Minggu, 18 Desember 2011

Multiras di Korea Selatan

Tadi pagi saya melihat acara hand in hand di saluran Arirang TV yang mengangkat pembahasan mengenai anak-anak bi-rasial di sana. Jujur saya sangat tertarik dengan pembahasan ini karena saya melihat perbedaan fenomena ttg orang-orang bi-rasial ini dengan yang ada di Indonesia.

Tidak seperti di Indonesia yang sangat terbuka dengan masyarakat multiras, Korea Selatan justru sangat tertutup dengan perbedaan ras ini. Mungkin karena Indonesia memiliki 33 propinsi+300 lebih suku serta beraneka ragam ras sehingga masyarakat kita tidak lagi membeda-bedakan masyarakat berdasarkan ras (bahkan orang-orang multiras laku keras di dunia hiburan Indonesia). Sedangkan Korea Selatan yang tingkat “cinta negara”nya sangat tinggi merasa bahwa masyarakat multiras merupakan foreigner di negara mereka. Sempat saya melihat acara showbiz Korea (acara gosip ala seleb korea) pernah membahas bahwa di negri ginseng tsb akan sangat jarang menemukan seleb multiras, kalaupun ada maka bisa dihitung dgn jari.

Nah..ketika saya nonton acara Hand in Hand yg membahas masalah anak-anak multiras baru saya mengerti knp hal ini bisa terjadi. Di acara itu diceritakan kisah beberapa anak yang memiliki ssetengah darah Korea dan setengah darah negara asing, salah satunya adalah kisah seorang anak SD bernama Hyeong Min yang memiliki orang tua berbeda bangsa. Ibunya adalah seorang korea asli sedangkan ayahnya berasal dari Nigeria, dari pernikahan silang tersebut menyebabkan Hyeong Min memiliki kulit berwarna gelap layaknya ras negroid. Selama di sekolah, ia selalu mendapatkan pandangan negatif baik dari teman sekelas maupun guru-gurunya. Ia selalu dianggap sebagai trouble maker dan kasar, bahkan salah satu gurunya ada yang berpendapat bahwa hyeong min bersikap seperti itu karna lingkungan rumahnya tidak bagus (karna ayahnya bukan orang korea). Hal ini menyebabkan hyeong min mendapat perlakuan berbeda dari lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

Tidak hanya hyeong min yang mengalami kejadian seperti ini, ada beberapa anak lg yang diceritakan dalam acara ini namun (maaf) saya tidak ingat nama-nama mereka. Ada seorang anak blasteran Jepang-Korea & anak blasteran China-Korea juga mengalami hal yg sama. Walaupun pada dasarnya mereka masih satu ras (penduduk Asia Timur merupakan ras mongoloid) yang memiliki ciri fisik serupa bahkan tidak bisa dibedakan. Namun ternyata hal ini tetap menjadi masalah karna mereka tidak 1 negara, kisah anak blasteran Jepang-Korea (Ibu dari Jepang sedangkan ayah orang korea asli) yang mendapat julukan “moron” dari teman-teman sekolahnya karena IQ-nya dianggap ‘jongkok’. Lucunya ketika ibunya membawanya untuk tes psikologi di sebuah klinik, sang terapi mengatakan penyebab ‘jongkok’nya IQ si anak akibat si ibu yang bukan orang korea!! So what gitu loh!!! Memangnya ada relevansi antara tingkat IQ dengan asal negara seorang anak?? Teori apa yg mendasari itu? Ckckckckck

Seorang anak blasteran china-korea jg mendapat julukan “made in china” dari teman sekelasnya. Hal ini membuat ia malas utk berangkat ke sekolah karna ia merasa bingung knp teman-temannya selalu berlaku demikian padahal ia tidak melakukan sesuatu yg salah. Berdasarkan data dari kementrian pendidikan dan teknologi korea selatan, hampir 50% anak-anak multiras yg mengenyam pendidikan di korea mengalami drop out karna tidak tahan dgn bullying yg mereka alami sebagai konsekuensi dari pernikahan silang yang dilakukan oleh orang tuanya. Kalau dilihat-lihat, kisah seperti ini mengingatkan kita pada peristiwa holocaust yang terjadi di Jerman saat PD II, dimana Hitler memproklamirkan penyerangan terhadap bangsa Yahudi dan menganggap ras Arya sebagai ras paling unggul. Hal ini mirip dengan kasus rasial di Korsel (ga hanya masalah ras sih sebenarnya, kalau menurut saya lebih mengarah pada "purity" darah bangsa Korea saja karena walaupun sesama ras mongoloid namun kalau bukan saudara sebangsa&setanah air mereka pun tetap membedakan).

Hmmmm…jika saya diberi kesempatan utk melakukan penelitian di korea selatan, ingin sekali saya mengangkat permasalahan ini.

Semoga bisa terwujud :D

Minggu, 30 Januari 2011

Oleh-Oleh Dari TIM

wow...ni hari cukup menyenangkan bagi gw, tadi siang sebelum kumpul organisasi gw menyempatkan diri 'memaksa' temen gw buat nemenin jalan ke TIM. Tujuan awal sih buat nonton di planetarium tapi apa daya karena proyektor'a mengalami kerusakan jadi teater pertunjukkan di planetarium utk sementara ditutup huhuhuhu T_T....

akhir'a sembari nyari toilet karna temen gw da 'panggilan alam', ga sengaja kami nemuin satu spot yang keren bgt!!! tempat itu adalah sebuah panggung yang berada persis di samping Musholah TIM. Di panggung tersebut ternyata sedang diadakan pertunjukkan tarian daerah Bali lengkap dengan musik yang mengalun dari alat musik tradisionalnya :D...Tarian tersebut dibagi menjadi beberapa sesi dimana para anggota tarian tersebut berasal dari berbagai usia (dari usia sekitar 8th-16th) dan jenis kelamin (ga hanya perempuan yang ikut nari tapi ada penari prianya juga), anak-anak tersebut menarikan tarian daerah Bali dengan sangat luwes dan gemulai (ada beberapa gerakan yang salah sih tapi melihat kesungguhan mereka dalam melakukan tarian tersebut kesalahan itu menjadi tidak terlihat). Yang paling menarik adalah ketika di dalam tarian tersebut tersembul sesosok bule berusia dewasa yang dengan lincah dan antusiasnya memperagakan tarian daerah khas Indonesia itu, terkadang gw malu loh dengan keengganan generasi muda jaman sekarang untuk mempelajari budaya negeri sendiri padahal banyak orang-orang mancanegara yang amat sangat mengagumi budaya kita ckckckck...ga heran apabila banyak budaya kita yang diklaim dengan seenaknya ma negara lain (lah wong kita juga dengan seenaknya melupakan serta menyepelekan budaya kita sendiri ;p)
*klo gw punya anak, gw pasti akan m'agendakan les tari daerah sebagai salah satu kurikulum yang wajib bwt dipelajari!!

Menurut gw sih kegiatan pelestarian budaya (les tari daerah salah satunya) ibarat oase di tengah gurun globalisasi, tantangan untuk negara multikultural seperti Indonesia di tengah gempuran arus globalisasi ini adalah bagaimana caranya mempertahankan dan melestarikan budaya tradisional sebagai identitas bangsa agar tidak hilang? dengan kegiatan les tari daerah (serta merevitalisasi bahasa daerah yang sekarang marak digalakkan di beberapa sekolah unggulan di Indonesia) merupakan suatu solusi yang tepat untuk menciptakan negara multikultural yang ber-Bhineka Tunggal Ika...

Hmmm...sepertinya tempat 'nongkrong' gw bertambah 1 lagi nih hohoho, selain toko buku+kios2 makanan nampaknya TIM patut gw jadikan basecamp gw tiap weekend ni huahahaha (gw udah tw soal'a jalan ke arah TIM dari stasiun Cikini ;D).

Jadi teringat masa SD gw yang diwarnai dengan kegiatan les tari daerah di sekolah, gini-gini gw pernah juara nari Bali tingkat SD loh di TMII huehehehe (sombooooonnnggggg) tapi karena waktu SMP ekskul tersebut ga dibuka maka gw berubah haluan jadi ikutan ekskul Pramuka deh (lumayan lah cz gw aktif sampai tingkat DKP alias Dewan Kehormatan Pramuka hohoho)...hahhh jd kangen masa-masa jadi 'penari' deh hehehe, kira-kira masih lentur ga yaa badan gw?? hmmmm..






*mohon maaf yaa apabila leher anda jadi pegel abisnya gw salah ambil posisi tadi pas ngerekam huehehe

Minggu, 28 Februari 2010

Ngafe: Mencari Kenyamanan or Sekedar Prestise Semata?

akhir'a gw ngerasain juga pa yg orang sebut dengan istilah 'ngafe' alias m'habiskan waktu d'cafe..hal yang lumrah klo qt liat d'jaman globalisasi & modern ni karna cafe2 udah banyak m'jamur, mulai dari cafe pinggir jalan yg relatif murah & dgn m'gunakan nama2 yg 'nyeleneh' sampai cafe high class yg menyajikan kenyamanan & dgn kisaran harga yg cukup tinggi tentu'a.

baru-baru ni gw dan teman gw nyoba utk b'santai sejenak d'salah satu cafe kopi yg cukup merogoh kocek, alasan utama kami ngafe di tmp tsb c cuma utk m'dapatkan fasilitas hotspot karna temen gw mw ngerjain tugas..umum'a, cafe highclass pasti menyediakan fasilitas tsb :D. Dgn modal beberapa puluh ribu rupiah (kurs 10ribuan aja c sebener'a d'dompet xixixi) gw ma temen gw memesan ice coffee yang harga'a paling murah (tetep aj harga paling murah'a tu 15rb & blom t'masuk pajak!!) paz pesenan dateng, gw ma temen gw agak shock karna yg kami pesen cuma 2 gelas ice coffee tp kenapa yg d'sajikan malah 2 ice coffee+1 gelas sirup gula+2 buah donat? kami agak2 panik cz takut uang'a ga cukup wuehehehehehe ;D..tp ternyata donat tsb free alias tambahan gratis karna donat tsb d'maksudkan sebagai cemilan p'damping utk minum kopi (ni adalah salah satu fasilitas yg d'sediakan oleh pihak cafe tsb kpd customer & gw m'kategorikannya sebagai point plus utk mereka)

gw jadi inget k'salah satu karya tulis temen kuliah gw yg m'ambil tema ttg "Ngafe sebagai bentuk tindakan sosial masyarakat Indonesia", d'penelitianny tsb d'ceritakan secara rinci sejarah berdiri sampai awal mula cafe tsb maju...inti'a masyarakat Amerika (tmp b'dirinya cafe yg mjd bahan penelitian temen gw ni) menikmati kegiatan 'ngafe' mereka karna pelayanan yg d'berikan oleh cafe tsb kpd para customer, kenyamanan & fasilitas yg d'berikan (walau hanya m'beli secangkir kopi) memberikan fenomena ketagihan d'dalam diri pelanggan..bayangkan saja!! hanya dgn kluar uang 15ribu rupiah gw ud m'dapatkan segelas kopi kental+1 buah donat crunchy serta fasilitas hotspot & waktu yg tak d'batasi oleh pihak cafe utk kita b'santai selama apapun (t'gantung dr tingkat malu masing2 hahaha)...tp tetep aj gw ngerasa bahwa cafe adalah salah satu bentuk bisnis kaum kapitalis

bagi gw (yg termasuk tipe manusia dgn kantong pas2an & sangat penuh p'hitungan :D), ngafe adalah salah satu bentuk mencari kenyamanan semata; alasan'a: karna ya tu tadi, dgn uang sekian kita bisa dapetin kenyamanan sesaat yg cukup b'manfaat hahaha...tp utk mayoritas org Indonesia, gw yakin 'ngafe' adalah salah satu cara mereka utk m'ningkatkan prestise. Kenapa??? dari hasil penelitian temen gw serta analisa gw saat merhatiin org2 yg hilir mudik k'cafe tsb mengarah pada kecenderungan utk m'dapatkan gengsi semata (yah 35% utk m'dapatkan kenyamanan tentu'a)..t'bukti dari tingkah laku yg mereka tunjukkan: pesen cuma segelas kopi tp sengaja ngrumpi ga penting atw sok sibuk memainkan BB mereka masing2 (klo gw ma temen gw c ketauan karna utk dapetin fasilitas hotspot'a doank bwt ngerjain tugas, klo bkn krna alasan tu jg ga bakalan kami ngafe hehehe)

yah...papun faktor p'dorong yg melatarbelakangi mereka utk ngafe, inti'a ga da yg salah krn prestise mang d'butuhkan (utk sebagian org) oleh kaum jetset atw generasi muda saat ni, namun satu hal yg gw harap kita sebagai generasi muda Indonesia lakukan, yaitu: jgn m'adopsi seluruh westernisasi utk m'gantikan kebudayaan asli negara kita klo kita masih pengen negara ini tetep eksis d'peta dunia fufufufufufufu....

okz deh, sekian dulu curhatan gw kali ni..ud nguantux bgt ni hoahmmmmmm
nites diary
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

Sabtu, 23 Januari 2010

I Love Indonesia


barusan gw nonton acara She Can yg d'tayangin d'Trans 7..sebener'a ni acara ud lama d'tayangin d'TV tp karna gw tipe org yg gampang lupa jd jarang2 gw nonton'a lol

td paz iseng2 ngutak-ngatik acara dr b'bagai stasiun TV lewat remote, ga sengaja gw ngeliat da acara yg nampilin seorang penari topeng (tarian khas Indramayu, Jawa Barat) lg perform gitu..& setelah d'buka tu topeng ternyata yg menari adalah sesosok wanita muda yg gw taksir usia'a kisaran 27th-an..usia yg relatif muda utk ukuran seorang penari yg b'minat pada tarian tradisional, kenapa gw katakan seperti tu?? karna d'jaman ni, d'jaman globalisasi yg serba modern seperti saat ni biasa'a para wanita yg mengaku sbg wanita kota yg modern lagi modis, amat sangat jarang gw jumpai wanita -khusus'a remaja putri- yg b'minat ma tarian tradisional Indonesia confused..klo pun da tu jg bisa diitung pake jari & lucu'a sekolah2 negri d'jakarta (khusus'a) ud jarang yg masukin kegiatan tari tradisional sbg ekstrakurikuler d'sekolah..

flashback k'jaman baheula d'saat gw masih duduk d'bangku SD, SD gw t'letak d'daerah Cijantung,Pasar Rebo..kebetulan tu sekolah adalah sekolah Katolik yg mayoritas murid'a b'etnis Tionghoa & bule nyasar hahaha, gw inget banget waktu tu lagi booming2'a tari Ballet (tw kan Ballet?? bukan bulet/ baket palagi raket loh!! hohoho, jayus'a gw..) & banyak ortu2 yg ngaku diri'a modern mulai b'lomba2 utk ngedaftarin anak2'a k'kursus tari ballet & semacam'a..tp ortu (t'utama nyokap gw) lain, ga da sedikit niatan dalam diri nyokap gw utk ngursusin gw tari ballet yg fenomenal ntu..kebetulan waktu d'sekolah gw da pelajaran tari tradisional & yg ngajar tu nama'a Bu Ketut asal Papua (loh?? salah yaa??? hahaha..mav saya mang suka b'canda walopun garing xixixixi)

jujur aj utk pelajaran seni tari ni gw t'bilang cukup antusias, t'bukti dari cepat'a gw nyerep smw gerakan tari yg d'ajarin oleh b'Ketut ni alhasil gw dan beberapa temen gw biasa'a slalu disuruh utk maju k'depan barisan guna memimpin temen2 gw lain'a nari daerah (sombonggggg)..selain dimasukin dalam kurikulum (Mulok alias Muatan Lokal), b'Ketut juga m'jadikan seni tari sbg ekskul & nyokap gw memutuskan utk m'daftarkan gw k'ekskul tsb..walopun gw suka nari tradisiional tp gw jg sempet nolak gara2 temen2 gw banyakan pada les Ballet atw b.inggris gitu huhuhu..tp karna ni amanat nyokap akhir'a gw ikut juga tu kursus nari

alasan nyokap ngedaftarin gw k'ekskul seni tari sebener'a cukup sederhana namun b'makna besar bwt kecintaan gw akan kesenian tradisional Indonesia, nyokap gw cuma pengen ngeliat anak perempuan satu2'a ni bisa mjd wanita Indonesia seutuh'a..simpel kan?? tp besar makna'a, dari kls 3 SD-6 SD gw setia ngikutin ekskul ni & lambat laun rasa antusias gw semakin meningkat, namun sayang kesempatan gw untuk ikut serta dalam festival tarian tradisional harus pupus karna waktu tu gw sebagai siswi kls 6 SD harus persiapan bwt EBTANAS tp ya sudahlah, tanpa tu pun kecintaan gw akan budaya serta adat istiadat Indonesia ud cukup besar

seiring dgn b+'a umur gw, rasa cinta akan budaya & adat istiadat Indonesia dalam diri gw ga pernah pudar (inget: adat istiadat & budaya Indonesia loh!! bukan politik Indonesia!!!)..maka'a mata pelajaran yg gw sukain & selalu dapet nilai t'tinggi d'rapot dari SD-SMA (bahkan kuliah) tu B.Indonesia & gw ngotot k'guru BK gw (waktu penentuan jurusan saat naik kls 3 SMA) utk masukin gw k'kls IPS gara2 gw liat klo IPS tu bakal dapet mata pelajaran Antropologi yg m'pelajari ttg adat & budaya Indonesia huahahaha. Beruntung gw punya ortu yg cukup demokratis & ga menganggap bahwa IPA adalah satu2'a jurusan utk menuju kesuksesan, t'bukti gw m'dapatkan nilai 8,50 utk mata pelajaran B.Indonesia d'hasil UAN & 8,00 utk nilai Antropologi d'hasil UAS (nyombonggggg lagi hehehe) pika21

nah pas tadi ngeliat acara She Can d'TV, rasa cinta tu semakin b+ karna kesenian & budaya Indonesia tu sebener'a amat sangat indah & sangat perlu utk d'lestarikan...pokok'a salut deh stasiun TV yg udah bisa m'buat ide utk ngebuat acara macam tu (bukan maksud utk promosi loh!! karna gw jg ga d'bayar huahaha) tp gw rasa hal tsb perlu d'contoh ma stasiun2 TV lain'a dalam m'buat suatu acara yg baik utk para generasi muda Indonesia..jangan sinetron ma reality show ga penting mulu yg d'tayangin, bukan'a m'perbaiki nilai & moral anak bangsa yg da justru m'jerumuskan mereka k'sikap konsumtif & westernisasi negatif twisted

akhir kata: klo boleh mengutip kalimat yg pernah d'lontarkan oleh para generasi muda d'Jepang gw inging bilang:
"walopun pakaian gw made in luar negri, walopun gaya gw k'barat2an, walau gw sering menyanjung negara luar tp hati gw tetep Indonesia...gw amat sangat mengagumi & m'cintai budaya & adat istiadat Indonesia ^^,
@least: mari lestarikan budaya. kesenian, adat istiadat serta kuliner khas Indonesia!!!
pika21twisted

Kamis, 14 Januari 2010

Harakiri: Kepahlawanan Samurai Jepang

Kehebatan Jepang bangkit dari kehancuran pasca bom atom Nagasaki dan Hiroshima dalam waktu cepat, tidak dapat dilepaskan dari nilai2 tradisi yg m'ngajarkan kebesaran jiwa, semangat m'junjung tinggi harga diri, kedisiplinan dan keberanian. salah satu tradisi yg menjadi kebanggaan masyarakat Jepang adalah Harakiri. Dari perspektif sejarah, perkembangan tradisi Harakiri tidak dapat dilepaskan dari pengaruh beberapa kepercayaan masyarakat Jepang seperti Neo-Konfusius, Konfusius, Tao, Zen dan Shinto. bahkan dalam p'jalannya, harakiri dianggap sebagai sebuah tindakan t'hormat karna utk melakukan ini seseorang harus punya keberanian yg sangat luar biasa sebab tindakan ini sangat menyiksa, ditambah lagi mereka tidak boleh menunjukkan ekspresi ketakutan ataupun kesakitan karna hal tsb merupakan hal yg memalukan bagi seorang samurai yg t'hormat dan p'berani. akan tetapi, bagi mereka yg tidak ingin m'permalukan diri dgn menunjukkan ekspresi tsb, maka ditugaskanlah seorang kaishaku (algojo) yg b'tugas utk memenggal kepala si pelaku utk m'percepat kematian tanpa harus b'lama2 t'siksa. Semangat harakiri sendiri diniatkan utk m'pertahankan harga diri ataupun menjaga nama kekaisaran dan nama baik negeri. semangat ini adalah semangat Bushido , semangat yg harus selalu dimiliki oleh setiap samurai.

Harakiri yg b'asal dari kata Hara dan Kiru dikenal jg dgn istilah seppuku (Harakiri digunakan dalam bahasa p'cakapan sehari2 sedangkan seppuku lebih sering d'gunakan utk bahasa yg lebih formal). jadi, metode Harakiri pada dasar'a bukan metode bunuh diri dgn hanya menusukkan benda tajam (pisau, samurai, belati, dll) saja k'perut melainkan juga dgn merobek'a arah horizontal ataupun vertikal. pada masa pemerintahan Edo, tindakan bunuh diri ini pada awal'a dilakukan oleh para kalangan rendah seperti: pedagang atw p'jaga toko. pada masa itu harakiri tidak dilakukan dgn cara merobek perut melainkan terjun k'sungai (yah..kayak bunuh diri yg lg ngetrend d'Indonesia yg dilakukan dgn terjun d'mall hehehe). kemudian, bunuh diri mjd tenar (wiihhh..kayak fashion aja yaa!!) dikalangan kelas atas . hal ini d'latarbelakangi oleh filosofis yg begitu kental dan sangat mereka taati adalah bahwa seorang samurai tidak bisa mengabdi pada lebih dari 1 tuan, sebuah p'nyataan sebagai bukti kesetiaan mereka ini diwujudkan dgn hanya m'ikuti 1 tuan saja. bahkan ketika tuan'a tewas, mereka pun akan m'ikutinya k'alam kematian.
*filosofi inipun jg menjadi acuan kesetiaan bagi para istri d'Jepang pada jaman itu, dimana setiap istri wajib hanya m'abdi pada 1 suami aja, jadi klo suami'a tewas maka c istri & anak2'a juga harus ikut tewas dgn cara bunuh diri

Beberapa samurai memilih utk melakukan seppuku yg lebih menyiksa, yaitu jumonji-giri (irisan melintang). Dalam metode ini tidak ada algojo yg akan m'akhiri 'kesengsaraan' samurai dgn lebih cepat, seorang samurai yg melakuakn jumonji-giri diharapkan utk melakuakn ritual ini dgn tenang hingga ia mati karna kehabisan darah (mati dgn tangan tangan menutupi wajah). seppuku ini dilakukan dgn alasan utk menjaga kehormatan diri (misalkan kalah b'perang, gagal m'bela negara maupun majikan atw kaisar)& ungkapan protes kepada pimpinan yg b'buat salah.

Harakiri ini tidak hanya dilakukan oleh kaum pria saja melainkan jg para samurai wanita (jaman dulu jg ada samurai cw loh!! hebat yaa), meskipun jarang yg sampai b'tarung d'medan perang namun para wanita ini d'latih utk m'gunakan kaiten (belati Jepang) & naginata, yg akan mereka gunakan utk bunuh diri atw menyerang musuh dgn m'jadikan diri mereka sebagai anak panah hidup (living spear). akan tetapi, ritual harakiri bagi kaum wanita dilakukan dgn cara yg b'beda dan harus minta ijin t'lebih dulu. harakiri tsb dikenal dgn istilah Jigai, dalam ritual ini mereka tidak menusukkan pisau k'perut melainkan dgn memotong tenggorokan'a atw dgn menusuk jantung m'gunakan pisau/jepit rambut yg panjang dan tajam.

Persiapan Harakiri
Para pelaku harakiri (klo ga kepepet yaa!!) selalu mengenakan baju putih yg melambangkan kebersihan dan kesucian. Mereka menusuk perut'a dgn pisau kecil yg disebut wakizashi atw tanta, pisau tajam b'ukuran 30-60 cm yg akan d'tusukkan k'perut <6 style="font-style: italic;">tanden) dgn merobek perut dari arah kiri-kanan atw atas-bawah.

Para Tokoh yg Melakukan Harakiri, diantaranya:
1. Yorozu (587), ia dikenal sebagai p'berani yg m'akhiri hidup'a demi m'bela kaisar.

2. Minatomo no Tametomo (1139-1170), ia m'akhiri hidup'a dgn m'belah perut & telah m'buatnya menjadi t'kenal & d'hormati sebagai seorang samurai p'berani.

3. Minamoto Yorimasa (1106-1180), ia seorang samurai sekaligus penyair (sebelum melakukan harakiri, ia tidak lupa menulis puisi..kerennnn!!!).

4. Oda Nobunaga (1577), seorang samurai yg t'kenal karna ambisi'a utk menaklukan semua wilayah Jepang (mirip2 Patih Gajah Mada yaa!!).

5. Nogi Maresuke ( 1849-1912), ia seorang jendral sekaligus tokoh penting dalam perang Jepang-Rusia.

6. Yukio Mishima (1970), ia beserta 4 anggota Tatenokai m'barikade kantor Pusat Komando Timur Pasukan Bela Diri Jepang, sebelum harakiri ia b'pidato utk m'berikan inspirasi kudeta agar mengembalikan kaisar pada posisi selayak'a.

Walopun ini merupakan suatu tradisi yg cukup aneh & 'seram' menurut gw (bunuh diri ko' d'jadikan sbg budaya) tapi gw sangat t'kesan dan salut akan makna t'sirat dari harakiri. Masyarakat Jepang melakukan tindakan tsb dgn maksud utk m'jaga harga diri apabila ia gagal dalam m'jalankan tugas/misi kenegaraan (alasan inipun yg melatarbelakangi para prajurit Jepang saat PD II), serta bukti dari kesetiaan mereka terhadap tuan'a..gw kadang m'khayal apabila tu terjadi d'Indonesia, bukan maksud utk m'halakan bunuh diri yg d'larang dalam Islam tapi gw cuma ingin para 'penjahat' atw 'tikus' negeri ini memiliki rasa malu yg luar biasa ketika mereka melakukan p'buatan yg merugikan negara serta masyarakat. Wiiihhhhh...bakal jadi negara yg hebat Indonesia ni hehehe ;p

@least, sekian p'jelasan gw mengenai tradisi Harakiri atw Seppuku yg jadi tradisi masyarakat Jepang. klo kurang jelas atw kalian pengen tw lebih detil'a, gw saranin kalian baca buku Harakiri karya Agata P. Ranjabar & Kamikaze (gw lupa pengarangnya, pokok'a cari aj deh d'toko buku t'dekat hehehe)....met m'baca yaa!!! :D:D:D:D:D:D

Minggu, 13 September 2009

2 Oktober 2009

ada apakah pada tgl 2 Oktober 2009??..

Tgl 2 Oktober 2009 (hari Jumat) nanti, UNESCO mengukuhkan BATIK Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage) ..yipppiieeee..ni merupakan kabar gembira tentu'a bagi kita yg merasa sbg WNI alias warga negara Indonesia!! di tengah marak'a pencurian budaya Indonesia oleh negara tetangga, yaitu Malaysia atau saat ni sering diplesetkan mjd Malingsia or MalingAsia oleh masyarakat yg kelewat sengit ma tu negara (padahal belon tentu diri'a cinta tanah air hihihihi)...

perihal pencurian budaya yg marak dilakukan oleh negara tetangga tsb sebenar'a bukan hal yg aneh lagi,, jauh sebelum SBY m'jabat sbg Presiden RI (tepat'a pada masa pemerintahan Ir.Soekarno), Malaysia sudah mulai m'coba utk m'intimidasi bangsa Indonesia..b'awal dari perebutan wilayah dan pulau (bahkan sampai saat ini perebutan pulau tsb belum t'selesaikan juga, t'bukti Ambalat masih mjd pulau sengketa antara Indonesia & Malaysia) yg menyebabkan Pak Karno (panggilan sayang saya utk presiden RI I tsb hehehe..sok deket bgt yaa gw!!!) mengambil inisiatif utk keluar dari keanggotaan PBB ketika Malaysia turut serta mjd anggota (coba baca buku Sejarah SMP/SMA deh utk lebih jelas'a) serta menyuarakan 'Ganyang Malaysia' sbg bentuk protes thd negara p'semakmuran Inggris tsb

hal tsb sempat m'buat Malaysia agak mengendur (dalam p'lihatan saya c..ga tw dalam p'lihatan anda hehehe..) namun seiring dgn b'jalannya waktu (cielah...kyk film drama ajah ni ;p), Malaysia kembali menunjukkan batang hidung'a (dalam hal p'curian loh!!) di Indonesia, kali ni dgn inovasi t'baru dgn judul (jreng..jreng..jreng) "Merebut Budaya Indonesia dan Menjadikannya sebagai Budaya Bangsa" hahahaha...dimulai dari kuliner, yaitu TEMPE dilanjutkan dengan BATIK, ANGKLUNG, REOG PONOROGO.......dan terakhir serta mjd fenomenal saat ni adalah TARI PENDET..khusus utk point t'akhir, yaitu TARI PENDET telah berhasil m'buat Menteri Kebudayaan kita kebakaran jenggot alias kewalahan (maklum beliau berasal dari Bali) sehingga dgn sekuat tenaga m'dorong para masyarakat utk turut protes thd p'klaiman budaya tsb

klo menurut saya, sebener'a bukan salah Malaysia jg apabila negara tsb mengambil alih budaya kita..saya lebih setuju apabila kita semua sbg WNI introspeksi diri dulu mengenai peristiwa ini, coba kita ingat2 pernahkah kita bangga akan budaya Indonesia? pernahkah kita b'inisiatif melestarikan budaya Indonesia? mana yg paling sering kita pilih, produk luar or Indonesia?..p'tanyaan2 tsb coba kita jwb dgn b'tanya pada hati nurani kita masing2, pasti mayoritas dari kita (t'masuk saya sendiri ;) )lebih sering membanggakan budaya & produk negara luar ketimbang budaya & produk negara sendiri..yah sesuai kata pepatah 'lebih hijau rumput tetangga daripada rumput sendiri',,kita lebih bangga apabila 'nongkrong' di Starbucks daripada warkop2 pinggir jalan, kita lebih memilih makan di resto junkfood asing (ex: KFC, Mc D, Pizza Hut, dll) ketimbang warung soto or warung tegal, kita lebih merasa b'gengsi apabila sekolah di sekolah internasional ketimbang sekolah negeri, dll..semua b'muara pada satu alasan klasik, yaitu MALU m'gunakan budaya & produk dalam negri karna dianggap ketinggalan jaman, cpt rusak & MURAHAN..haduh haduh gmn Indonesia mw maju klo belom apa2 udah kita cap dgn label spt tu??

hal tsb menyebabkan Indonesia sbg negara Periphery alias negara dunia k'3 alias negara b'kembang ato lebih tepat'a sbg negara miskin mjd makin t'belakang..budaya hedonis & konsumtif semakin merajalela melanda para generasi muda Indonesia demi seonggok (bener ga tu istilah'a?? hehehe) predikat 'metroseksual' yg diyakini dpt meningkatkan percaya diri & gengsi manusia Indonesia..padahal predikat tsb b'sifat semu (menurut saya loh!!) tp yah nama'a manusia paling seneng klo dipuji hohoho...tanpa kita sadari 'sifat jelek' kita tsb telah mengakibatkan budaya Indonesia semakin t'marginalisasi shg m'buat negara yg minim kebudayaan (seperti negara tetangga kita itu tu...) 'ngiler' & mengambil inisiatif utk m'klaim & mempatenkan'a mjd budaya mereka, ga salah juga c cuz masyarakat & pemerintah kita sangat amat cuek c mengenai hal paten mempatenkan budaya, sbg cth: siapa yg b'juang agar wayang disahkan & diakui oleh dunia sbg budaya Indonesia? seorng WNA asal Australia (saya lupa nama'a) yg skrng sdh mjd WNI & diberi gelar kehormatan oleh kesultanan Yogya (sekarang beliau b'profesi sbg dalang)..dan masih banyak lagi cth lain'a,,jadi negara tetangga dgn seenak'a m'klaim budaya kita karna dianggap negara Indonesia sudah tdk memerlukan budaya tsb

beberapa hari yg lalu saya m'dapatkan satu pesan di HP yg isi'a ajakan utk menyebut Malaysia sbg MalingAsia & mengatakan bahwa 'jgn sayang pulsa karna ni demi harga diri bangsa yg sdh t'injak2',,HEY!!! dimanakah anda selama ni wahai p'beri pesan??? kenapa setelah marak budaya kita dicuri anda baru gembar-gembor??? kenapa ga dari dulu?? apakah anda sudah mjd seorang p'cinta produk Indonesia???...utk m'bela harga diri bangsa, menurut saya tdk harus dgn m'jelek2an negara/pihak lain (walaupun memang pihak tsb jelek..loh???? hahaha) tetapi haruz diaplikasikan dgn p'buatan, saya jd ingat salah satu lagu yg lirik'a "....apalah artinya cinta bila hanya dibibir saja? cinta itu bukanlah main2an tp p'orbanan.." lirik tsb bisa diartikan sbg apalah artinya hujatan/makian yg kita tujukan pada pihak lain apabila kita tetap tdk m'cintai budaya dan m'gunakan produk buatan negara sendiri? nah sekarang inilah yg mjd tantangan bwt masyarakat Indonesia yg mengaku cinta tanah air utk m'aplikasikan rasa patriotisme kita dgn mulai utk m'cintai produk & budaya Indonesia yg b'anekaragam & indah (budaya kita tu banyak disukai olh para om2 & tante2 bule loh!!! masa org asing aja suka sedangkan kita yg notabene sbg pemilik sah budaya tsb malah antipati & malu thd budaya sendiri?)...

nah bentar lagi tepat'a tgl 2 0ktober 2009 Insya Allah BATIK akan dipatenkan mjd budaya khas Indonesia..alhamdulilah,, sekarang tinggal tugas kita sbg generasi muda utk meneruskan semangat patriotisme yg akhir2 ni sudah mulai bangkit dalam diri kita dengan cara turut menjaga & melestarikan budaya Indonesia & ikut memajukan produk dalam negri agar ga dilirik lagi ma negara lain..ok???!!!
klo bisa mari rame2 kita pake Batik sbg bentuk apresiasi rasa cinta batik sbg produk tanah air t'cinta ni..klo bukan kita siapa lagi??? tul ga?? =) =) =)
:D:D:D:D:D

for d'last..mav yaa apabila da kata2 saya yg mungkin menyinggung anda (yg baca blog gw tentu'a), ga da maksud utk menyalahkan siapa2 ko' karna saya juga bukan manusia Indonesia yg baik hehehe tp insya Allah mulai saat ni saya akan b'usaha utk m'jaga budaya Indonesia...doakan yaa!!! SEMANGAT!!! \(^_^)/