Kamis, 14 Juli 2011

Tokoh Perempuan Penemu

Siapa yang bilang bahwa kaum hawa (perempuan) hanyalah sosok makhluk lemah, berotak kecil & tidak berkompeten dalam bidang ilmu pengetahuan yang hanya bisa menjadi 'aktor pendukung' laki-laki dari belakang. Fakta mengatakan bahwa beberapa penemuan penting dalam kehidupan manusia juga ditemukan oleh perempuan, diantaranya adalah:

Marie Curie (Penemu Polonium & Radium)

Maria Sklodowska-Curie adalah ahli kimia dan fisika Perancis kelahiran Polandia yang sampai sekarang merupakan satu-satunya orang yang pernah mendapatkan hadiah nobel di dua bidang yang berbeda, yaitu fisika dan kimia. Penemuannya dibidang radioaktif membuat Marie Curie masuk ke dalam daftar penemu yang berpengaruh kepada dunia. Marie Curie adalah wanita pertama pemenang nobel dan juga adalah wanita pertama yang menjadi professor di universitasnya, Universities of Paris. Walaupun berkewarganegaraan Perancis, Marie Curie tidak pernah kehilangan rasa kebanggaannya sebagai orang Polandia. Penemuan pertamanya pada elemen kimia yang ditemukan tahun 1898 diberi nama 'polonium' dan penemuan berikutnya adalah radium beberapa bulan kemudian. Radium adalah zat radioaktif yang banyak digunakan dalam bidang medis dan kedokteran, umumnya untuk menghilangkan penyakit kanker dengan menyinari sel-sel kanker dengan zat radioaktif tersebut.

Bette Nesmith Graham (Penemu Liquid Paper/Tip-Ex)

Pada tahun 1951, keluhan para pekerja di balik meja, baru bisa terjawab. Seorang juru ketik asal Amerika, Bette Nesmith Graham menemukan solusi untuk menutupi kesalahan dalam pengetikan dengan sebuah cairan bernama liquid paper atau yang kita kenal dengan Tipp-Ex. Bette Nesmith Graham yang lahir 23 Maret 1924, di sudut kota Dallas, Texas, AS diangkat menjadi sekretaris eksekutif di Texas Bank & Trust di Dallas. Pekerjaan yang memerlukan kecepatan dan ketelitian membuatnya sering melakukan kesalahan dalam pengetikan pada mesin ketik elektrik. Kesalahannya ini juga terjadi pada rekan kerjanya di kantor. Suatu hari, Bette Graham melihat pelukis yang menumpuk warna sebuah gambar dengan cat lain. Kemudian, ia terinpirasi untuk menciptakan sesuatu yang bisa menutupi kesalahan dalam pengetikan di kertas. Sebagian literatur menyebutkan, Bette Graham meracik liquid paper dengan memblender cat tempura yang disesuaikan dengan warna kertas dan dimasukkan ke dalam botol-botol kecil agar mudah dibawa ke mana-mana. Cairan tersebut dioleskan di atas tempat kesalahan tik. Untuk mengoleskan cat ramuannya, ia menggunakan kuas kecil.

Dengan modal seadanya, Bette Graham mempromosikan dan memasarkan cairan penutup kesalahan ketikan. Bahkan untuk meningkatkan nilai jual, Bette Graham mengganti nama Mistake Out menjadi Liquid Paper dan tetap memproduksi serta menjual produk itu dari dapur dan garasinya hingga 17 tahun berikutnya. Order terbesar pertamanya terjadi pada tahun 1962. Seorang pedagang asal San Antonio memesan banyak produknya.

Pada tahun 1967, perusahaannya itu menjadi perusahaan besar dan berhasil memasok produknya ke 31 negara. Bahkan, perusahaan yang kemudian diberi nama Liquid Paper itu pada tahun 1976 sudah mampu menghasilkan keuntungan bersih lebih dari 1,5 juta dolar AS. Tahun 1979, Gillette Corp. membeli seluruh perusahaan Bette dan paten Liquid Paper senilai 47,5 juta dolar AS dan royalti dalam setiap penjualan botolnya.

Bette Nesmith Graham meninggal pada 1980 saat berusia 56 tahun. Ia dimakamkan di tempat kelahirannya di Dallas, Texas. Meskipun Liquid Paper sudah jarang dipergunakan, namun karya sederhana Bette Graham tetap dikenang hingga sekarang.

Mary Anderson (Penemu Wiper Kaca Mobil)

Mary Anderson (1866-1953) ialah penemu penyapu kaca mobil (wiper) pada 1903. Anderson diberi paten pertamanya untuk alat pembersih jendela kaca-yang awalnya ditentang-pada 1904.

Ia mendapat ide untuk menciptakan alat ini waktu dia tertusuk di perjalanan pulang ke New York tahun 1903 akibat hujan lebat. Dia kemudian menggambar idenya untuk gagasan untuk menyapu kaca agar ia tidak perlu lagi keluar mobil.

Fakta yang paling menarik adalah ia tidak pernah menjual penemuannya ini sehingga ia tidak pernah mendapat sen tunggal untuk penemuan ini. Pada 1916, penyapu kaca mobil menjadi perlengkapan standar semua mobil di Amerika Serikat.

Stephanie Kwolek (Penemu Kevlar)

Stephanie Kwolek dilahirkan pada tanggal 31 Juli 1923 di New Kensington, Pensylvania, anak dari John dan Nellie Zajdel Kwolek. Ayah Stephanie wafat ketika ia berusia 10 tahun, dan ibunya mendapatkan pekerjaan dengan Perusahaan Aluminum Amerika untuk mendukung kelanjutan hidup Stephanie dan saudara laki-lakinya.

Kwolek kuliah di Institut Tekhnologi Carnegie (kampus wanita , yang sekarang dikenal sebagai Universitas Carnegie Mellon) di Pittsburgh pada tahun 1942, lulus dengan gelar sarjana di bidang kimia pada tahun 1946. Tak lama kemudian, ia memulai karirnya di Departemen serat tekstil DuPont di Buffalo, New York.

Ketika di DuPont, Kwolek ditugaskan untuk meneliti serat baru berkinerja tinggi yang bersifat tahan asam dan basa, dan stabil pada suhu tinggi. Setelah penelitian dan percobaan yang cukup lama, ia menciptakan polimer cair, yag setelah digulung, lebih kuat lima kali dari baja dan memiliki kerapatan serat kaca. Polimer ini disebut Kevlar dan didaftarkan sebagai paten milik DuPont.

Ia mendapat penghargaan Medali Perkin 1997 dari Himpunan Kimia Amerika (American Chemical Society) untuk pencapaian yang luar biasa dalam kimia terapan, sebagai wanita kedua yang menerima penghargaan ini.

Kwolek menerima Penghargaan Kilby, Medali Tekhnologi Nasional, dan penghargaan dari Himpunan Kimia Amerika untuk Penemuan Kreatif. Pada tahun 1995, ia termasuk ke dalam Hall of Fame Penemu Nasional.

Josephine Cochrane (Penemu Dishwasher)

Josephine Cochrane adalah seorang perempuan yang berasal dari kalangan menengah atas. Keluarga Josephine sering melakukan tradisi yang lumrah dilakukan oleh orang2 kaya Eropa pada abad itu, yaitu Berpesta. Josephine melihat dampak dari pesta adalah menumpuknya piring2 kotor yang artinya menambah beban pekerjaan di dapur. Ia memang tidak pernah bersentuhan langsung dgn urusan dapur namun ia menyadari bahwa mencuci piring bukanlah pekerjaan yg mudah. Sayangnya, belum ada satu pun penemu (pada saat itu) yang tergerak utk menciptakan suatu alat rumah tangga ini. Akhirnya, ia berkata “Jika ada orang lain yang akan menciptakan mesin pencuci piring, aku akan melakukannya sendiri”. Dan hebatnya, dia berhasil menciptakannya.

Martha Coston (Pencipta Sistem Signal Piroteknik)

Wanita asal Amerika, Martha Coston (1859) berhasil menyelesaikan proyek terakhir suaminya yang belum selesai. Ia menyelesaikan proyek pembuatan sebuah sistem signal dengan berbasis cahaya bagi Angkatan Laut. Saat ini, semua kegiatan militer dan juga penyelamatan sangat mengandalan cahaya sorot sebagai salah satu bentuk komunikasi.

Lilian Moller Gilbreth

Lillian Moller Gilbreth, BA, MA, PhD (24 Mei 1878–2 Januari 1972) adalah salah seorang wanita ilmuwan Amerika Serikat yang pertama kali menyandang gelar doktor (Ph.D).

Sebagian orang berpendapat bahwa Gilbreth adalah ahli psikologi organisasi dan industri yang pertama. Bersama suami bernama Frank Bunker Gilbreth, ia adalah perintis bidang teknik industri. Pasangan suami istri Frank dan Lillian Gilbreth memiliki banyak anak sehingga mereka tertarik dalam studi waktu dan gerak.

Sebagai penghormatan baginya, dinas pos Amerika Serikat mengeluarkan prangko bergambar Lillian Gilbreth pada tahun 1984. Gilbreth dianggap sebagai "Ratu Bidang Teknik yang Pertama", dan menjadi wanita pertama yang dipilih sebagai anggota Akademi Teknik Nasional Amerika Serikat. Gilbreth bekerja sebagai staf pengajar di Universitas Purdue, Akademik Teknik Newark dan Universitas Wisconsin-Madison.

Selain itu, Gilbreth juga bekerja sebagai penasihat lima orang presiden, mulai dari Presiden Hoover, Roosevelt, Eisenhower, Kennedy, hingga Johnson. Di antara topik yang dikuasainya terdapat masalah pertahanan sipil, produksi di masa perang, dan rehabilitasi orang cacat. Pasangan suami istri Gilbreth mendirikan firma konsultasi manajemen bernama Gilbreth, Inc. yang mengkhususkan diri pada studi waktu dan gerak.

Peninggalan Lillian dan Frank Gilbert mendapat tempat khusus dalam ruang pamer Museum Nasional Sejarah Amerika yang dikelola Lembaga Smithsonian. Selain itu, potretnya juga dipajang di Galeri Potret Nasional.

Dan masih banyak lagi perempuan2 penemu lainnya yg (sayangnya) jarang dipublikasikan. So, siapa yg bilang perempuan tidak memiliki kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan??? :D

*diambil dari berbagai sumber

Selasa, 12 Juli 2011

The last holiday: Unforgettable Bali

Setelah Pontianak dan Jember, kini keluarga gw kembali berpetualang. Pilihan itupun jatuh pada Bali. Sebenernya sih keluarga & gw tentunya udah ga ada tenaga lagi utk melakukan petualangan (again) hahaha tapi berhubung abang gw udah bela2in cuti & (kata abang gw) jarak antara Jember-Bali ga gitu jauh maka akhirnya kami sepakat utk mengunjungi Pulau Dewata tsb. Sebenernya gw udah pernah ke sana ketika perpisahan SMP dgn teman2 dan pihak sekolah (begitu juga abang, ade dan bokap gw) tapi ini merupakan perjalanan pertama nyokap gw menjejakkan kaki di salah satu propinsi paling terkenal di Indonesia itu.

Last Destination: Bali
(ade gw narsis huehehehe)
Perjalanan dilakukan pada hari Jumat sore pkl 17.00 waktu Jember melalui jalur darat. Sampai pelabuhan (Feri) Ketapang, Banyuwangi pkl 20.30 WIB dan kami harus terombang ambing dalam ombak yg cukup besar & angin yg kencang selama 1 jam (wuehhhhh). Gw memilih untuk naik ke atas supaya bisa menikmati pemandangan laut dan langit di malam hari & hasilnya wuihhhhh..amazing!!! membuat gw tak henti2nya mengucapkan Subhanallah. Wajar kiranya jika gw berpendapat seperti itu karna pemandangan langit malam itu menampilkan ribuan (bahkan jutaan) bintang2 yg mengiringi perjalanan gw di dalam kapal Feri :D (akan berkembang menjadi romantis apabila saat itu kita memandang bintang2 dgn someone special hohoho). Setelah 1 jam menikmati "goyangan" ala kapal Feri di laut (bahkan nyokap gw sempet 'jackpot' hahaha) akhirnya tepat pkl 22.00 WIB atau 23.00 WITA kami merapat di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Terus melaju selama 3 jam menuju Denpasar, akhirnya kami tepar jg ketika melihat kasur sesampainya di penginapan huahahahaha.

Esok harinya, (dikarenakan masih kelelahan akibat perjalanan) kami hanya mampir utk beli oleh2 di tempat perbelanjaan oleh2 khas Bali di Krishna (baru nyampe udah beli oleh2, keluarga yg aneh wkwkwkwkwk) terus muter2 ga karuan nyari tempat makan halal yang lumayan susah utk ditemui di Bali. Malamnya kami makan malam di kawasan Jimbaran Bay, sumpah deg-degan gw pas makan disini!! lokasinya sih bagus karena qt makan di tepi pantai tapi gw jadi teringat karna lokasi tempat gw makan ini pernah menjadi target pemboman peristiwa Bom Bali 2!!! huhuhuhu...Tapi Alhamdulilah ga terjadi apa2 :D. Rasa makanannya pun ga ada yg istimewa (cuma mahal doank) makanya gw ga abis pikir apa sih yg membuat turis2 asing maupun domestik rela ngantri & bayar mahal buat makan disini???

Hari ke-2, kami mengunjungi areal wisata Bedugul yg letaknya lumayan jauh dari Denpasar, suhu di Bedugul sejuk (persis kayak di Puncak). Entah ini cuma perasaan gw aja atau memang begitu adanya, gw merasa klo suhu di Bedugul lebih dingin ketimbang Puncak, hal ini mungkin dikarenakan kawasan Bedugul masih sangat asri & jarang bangunan permanen di sini (beda dgn Puncak yg banyak banget didirikan villa2) sehingga masih sangat alami. Di Bedugul kami menikmati danau yg luaaasssss sekali + kami beruntung karna ketika itu sedang berlangsung suatu upacara adat (yg gw ga tw apa namanya) yg hanya berlangsung 5th sekali!!!. Di areal wisata ini, gw mencoba memacu adrenalin dgn ngerasain sensasi ngebut pakai SpeadBoat. Didampingi dgn Bli yg baik hati (beliau yg ngemudiin hehehe)+ade, abang & bokap, kami mengelilingi danau Bedugul dgn sangat cepat hohoho (mantaaapppppp!!!!).Hari ke-3 (sebelum kembali ke Jember karna abang gw cuma ijin cuti 1 hari) kami bermain2 air di pantai Nusa Dua Bali. Ade gw memutuskan untuk nyobain Paraseling, abang gw & istrinya main Flying Fish sedangkan gw dan bokap memilih main Big Mumble yaitu permainan adrenalin dgn berbaring di perahu karet khusus yg ditarik ngebut sama speadboat sampai ke tengah laut. Permainan ini sukses membuat tenggorokan kami serak+bokap gw pucat setengah mati huahahahahaha. Selesai bersenang2 di pantai Nusa Dua, kami langsung berangkat kembali menuju Jember karna waktu sudah menunjukkan pkl 15.00 WITA, namun karena Bali sangat macet (ga beda jauh sama Jakarta) maka kami baru sampai Jember sekitar pkl. 00.00 WIB wuihhhhhhEsoknya pkl. 11.00 WIB kami sekeluarga (minus abang gw tentunya) musti balik ke Jakarta. Kali ini kami menggunakan transportasi darat yaitu Bus karna selain hemat juga lebih efisien (kami ga harus turun naik utk ganti kendaraan, pokoknya tinggal tidur aja ntar tau2 nyampe Jakarta hehehe ;p) namun waktu yg ditempuh lebih lama. Oh iya..saat perjalanan pulang, bus yang kami tumpangi 4x hampir 'berciuman' dgn kendaraan lain loh!! sopirnya rada2 ckckckckck..tapi Alhamdulilah kami sampai Jakarta dgn selamat sentosa tanpa kekurangan satu apapun

Yah begitulah pengalaman 'roadshow' liburan gw, start from Pontianak to Surabaya to Jember and then (last destination) Bali fyuhhhhh...
*sampai rumah, cucian+setrikaan numpuk & itu adalah tugas gw utk 'melahapnya' sampai tuntas..tas..tas huweeeeee T_T. Haaaahhh..penindasan gender tetap terjadi di dalam keluarga gw ni hiks hiks (wkwkwkwkwkwk)

Foto-foto:



Keterangan:
Gambar 1 => My bro and my sister in law
Gambar 2 => Big Mumble ceriaaaaa!!! muka pada pucet huahahahaha
Gambar 3 kiri => Pose dulu sebelum 'eksekusi' xixixixi
Gambar 3 kanan => ade gw: persiapan paraseling

So..c u next time :D:D:D

Jumat, 08 Juli 2011

Happy Holiday part 2: Jember

Berhubung tgl 25 Juni kemarin ade gw terima rapor jadi acara liburan di Pontianak hanya berlangsung 4 hari (21-24 Juni)..24 Juni sore gw kembali 'berkunjung' ke bandara Supadio utk bersiap pulang ke Jakarta (sayang..di maskapai penerbangan yg gw tumpangi ga terlihat sosok si pramugara tampan yg gw temui ketika penerbangan Jakarta-Pontianak huehehehehe). Sampai Jakarta pkl 18.45 WIB, namun sampai rumah pkl 22.00 WIB akibat kemacetan yg lumrah terjadi di kota tercinta ini. Sesampainya di rumah, sengaja barang2 ga kami rapikan karena mengingat esok siang rencananya (setelah acara terima rapor) kami akan bertolak ke tempat tugas abang gw. ya Jember, itulah kota yg kali ini akan kami sambangi guna melepas rindu sama abang gw yg udah hampir 1th tugas disana.

Second Destination: Jember

Rencana berangkat siang hari dgn menggunakan armada bus setelah acara terima rapor ade ge ternyata harus pupus akibat ke-sok tahu-an keluarga gw perihal pemesanan tiket bus huahahahhaha (ortu gw meyakini kalo tiket bus ga akan pernah habis jadi ga perlu pesen tiket jauh2 hari). Tadinya rencana ke Jember udah mau batal karena selain tiket bus yg gagal didapat ternyata ada kendala lain yaitu ade gw menang kuis twitter dan hadiahnya adalah ketemu sama Rio Ferdinand (ade gw fans berat MU). Tapi berhubung ortu gw (terutama nyokap) udah kadung kangen berat ma abang gw akhirnya bagaimanapun caranya mereka mengusahakan utk tetep pergi ke Jember, jadilah kami kembali harus terbang dgn jadwal penerbangan pertama yaitu pkl 06.00 WIB (huweeeeeee..berangkat subuh lg!!! T_T). Kali ini acara liburan kami mengalami kesulitan karena ade gw bersikeras ga mau ikut ke Jember dgn alasan takut ga ketemu ma idolanya, berbagai bujuk rayu dikeluarkan oleh bokap+nyokap supaya ade gw mau ikut (gw sih males ngebujuknya, buang2 energi hahahaha). Akhirnya acara rayu-merayu pun membuahkan hasil, ade gw mau ikut walaupun sambil ngambek fufufufu. Lagi2 kami sampai bandara pkl 04.30 WIB (begitu check in, kami langsung ngebut nyari Musholah terdekat), namun kali ini jadwal penerbangan tepat waktu. Tujuan kami kali ini adalah Surabaya, hal ini dikarenakan Jember ga punya bandara jadi mau ga mu harus 'turun' di Surabaya.

Sampai bandara Juanda pkl 07.00, kami ga langsung beranjak dari sana melainkan nunggu 'jemputan' yang akan membawa kami ke Jember. Abang gw menyarankan utk naik travel biar lebih praktis dari segi tenaga & waktu (nyesel jg sih ga bisa sowan ke rmh saudara di Surabaya huhuhu). pkl 10.00 WIB kami baru berangkat menuju Jember & sampai rumah abang gw sekitar pkl 16.30 WIB (jauh yaaaaaa!!!!!!).

Jujur gw salah sangka dgn kota yg satu ini. Tadinya gw pikir Jember itu adalah kota kecil dgn fasilitas minim & banyak sawah, tapi ternyata Jember yg gw lihat berbeda 360 derajat celcius!! (suhu kaliiii). Gw lebih suka menyebutnya sebagai 'little Kemang'. Kalian tau kawasan Kemang di Jakarta? nah kayak gitu deh kondisi Jember tapi ga pake macet loh!!. Cafe ala mahasiswa banyak bertebaran di sini dan suasananya sangat kondusif utk belajar, makanannya pun murah cuma disini ga ada mall mewah & gedung bioskop aja. Tapi jangan tanya dgn harga tanah di sini yaa, harganya lebih mahal daripada di Cibubur (kayaknya yg ndeso justru daerah rumah gw deh hahahaha) /meternya Rp 1.500.000 (mahal bgt!!!!). Dan yg lebih mantap lagi adalah sekolah2+kampus2nya, bangunan sekolah di Jember (baik negeri maupun swasta) dibangun dgn sangat apik dan hebatnya rata2 sekolah negeri di Jember berstatus Standar Nasional loh! belum lagi kondisi kampus2 yg ada di sini. Ada 2 kampus yang menarik perhatian gw yaitu Universitas Muhammadiyah Jember & Universitas Negeri Jember atau disingkat UNEJ. Suasana per-kampusan disini tuh hidup bgt, terbukti dgn banyaknya baliho/spanduk2 seminar yg terpampang di depan areal kampus. Para mahasiswa/i-nya pun sangat bersahaja, bahkan gedung UNEJ hampir mirip dgn gedung UI loh! hanya bedanya di UNEJ gedung2nya ga begitu tinggi tapi luas arealnya 11 12 deh sama UI. Penataan gedung, atribut kampus, dll juga sangat apik&rapi (gw jd tertarik utk ngajar di UNEJ deh).

Tak lengkap rasanya apabila berkunjung ke suatu daerah tanpa mencicipi makanan tradisional daerah tersebut. Di Jember makanan tradisionalnya adalah lalapan, karena udah biasa gw makan di rumah jadi gw ga gitu tertarik utk nyoba. Akhirnya yg gw cicipi adalah cemilan2-nya, yaitu Ketan Kedelai: Ketan kukus ditaburi bubuk kedelai manis+parutan kelapa muda & dibungkus daun pisang..utk rasa jgn tanya, rasanya hmmmmmm yummyyyyyyy bgt!! harga /bungkusnya cuma Rp. 1500 loh :D

Di malam hari ga afdol rasanya kalo ga minum wedang Corr: wedang jahe dicampur tape ketan+susu. Tempat jualannya kayak tmp jualan nasi kucing di Yogya, lesehan gitu & mayoritas penikmatnya adalah anak2 muda. Rasanya yaa kayak wedang susu jahe tapi ada sensasi rasa asam dari tape ketan aja hehehehehe, cukup untuk menghangatkan tubuh di malam hari.
Oh iya walaupun di Jember ga ada Mall mewah & bioskop seperti di Jakarta tapi Jember punya lokasi wisata pantai yg ga kalah indahnya dgn pantai2 di Bali. Watu Ulo & Papuma adalah hasil rekomendasi abang gw utk kami kunjungi dan pemandangannya wowww..ga kalah sama Tanah Lot di Bali (cuma disini ga ada pura di tengah laut aja hahahaha). Kata abang gw, pantai Papuma ini merupakan pantai sengketa antara Pemda Jember dgn salah satu pihak pengembang yg juga milik pemerintah. Jujur, antara Watu Ulo dgn Papuma kondisinya perawatannya lebih bagus Papuma. Inilah yg membuat beberapa pihak berlomba2 utk mengambil alih pantai tsb. Sekilas ttg Pantai Watu Ulo:Kearah selatan kota Jember di gugusan Samudera Indonesia terdapat pantai yang indah panorama alamnya yaitu Pantai Watu Ulo terletak ± 45 Km dari kota Jember. Untuk menuju ke Pantai watu Ulo bisa ditempuh dengan segala macam kendaraan. Disebut Watu Ulo karena di pantai itu ada sebuah batu panjang berbentuk ular (Jw. Ulo) dengan penuh sisik. Menurut cerita rakyat dikatakan bahwa pada jaman dahulu kala ada sebuah ular yang sedang bertapa di pantai itu. Setelah terkabul permohonannya kepada Yang Maha Kuasa maka berwujudlah ia menjadi sebuah batu yang persis seekor ular dengan kepalanya menjulur ke laut, sedang badannya berada di daratan. Pada jaman pendudukan Jepang, pegunungan di sekitar Pantai Watu Ulo dijadikan benteng pertahanan dan pengintaian bala serdadu musuh yang mau menyusup daratan melalui pantai. Benteng Jepang yang berjumlah lima buah tersebut oleh masyarakat setempat disebut sebagai Goa Jepang dan merupakan salah satu lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Disamping Goa Jepang, di sebelah Watu Ulo ada sebuah Goa Lawa (Goa Kelelawar) yang dihuni ratusan ribu kelelawar. Goa ini bisa dimasuki oleh pengunjung dengan menyusuri dan melewati pantai berpasir. Karena tempatnya yang sunyi dari keramaian, goa ini sering dijadikan tempat bermeditasi bagi orang-orang tertentu, apalagi mengingat goa ini mempunyai kedalaman 100 m.
DAYA TARIK
- BATU ULAR merupakan batu memanjang di pesisir pantai yang sekilas mirip ular
- PANORAMA ALAM keindahan pantai dengan gugusan karang di tengah laut yangmerupakan ciri khas Pantai Watu Ulo
- PEKAN RAYA WATU ULO diselenggarakan pada tiap 1 Syawal s/d 10 Ayawal (lebaran) yng merupakan acara tradisi dalam rangka memberikan hiburan untuk masyarakat
- LARUNG SESAJI PANTAI WATU ULO diselenggarakan pada tanggal 7 Syawal (hari Raya ketupat) dengan maksud sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki yang diberikan kepada para nelayan khususnya dan masyarakat Sumberrejo pada umumnya.


Pantai Papuma:
(abang gw numpang narsis di pantai Papuma hehehe)

Selain Pantai Watu Ulo, pantai yang juga menarik untuk dikunjungi adalah Pantai Pasir Putih Malikan (PAPUMA) yang letaknya bersebelahan dengan Pantai Watu Ulo. Sepanjang Pantai Papuma terbentang pasir putih yang indah dipandang dan nyaman diinjak karena terasa empuk dan lembut. Papuma sering dijadikan tempat berjemur oleh Wisatawan Mancanegara. Disamping keindahan alamnya, Pantai Papuma juga kaya akan fauna seperti Biawak, Ayam Alas, burung-burung dengan ragam jenisnya, Babi Hutan, Rusa, Landak dan Trenggiling.
Untuk lebih menambah kesempurnaan dalam menikmati panorama alam, di Papuma disediakan penginapan dan rumah makan yang menyediakan makanan Indonesia dan makanan Ikan Bakar Khas Papuma.

• LOKASI : Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan (Sebelah Barat Wisata Watu Ulo)
• JARAK TEMPUH KE LOKASI : ± 45 Km dari Kota Jember
• SUHU UDARA : rata–rata 25°C – 32°C

DAYA TARIK
- PANORAMA ALAM keindahan alam Pantai Papuma dengan perpaduan antara hutan, laut, dan gugusan pulau Dewa (Krisna, Nada, dan Bathara guru)
- PASIR PUTIH: merupakan daya tarik bagi wisatawan dan kebiasaan para wisatawan mancanegara pada musim panas adalah berjemur di pasir putih ini
- SITI HINGGIL: dari lokasi Siti Hinggil yang berada pada ketinggian 100m/dpl, wisatawan dapat menikmati keindahan laut selatan dan Pulau Nusa Barong
- GUA LAWA: mempunyai kedalaman + 30 m yang dapat dicapai pada saat air laut surut (menurut legenda, lokasi ini merupakan tempat bersemayam Putri Penguasa Laut Selatan ”Dewi Sri Wulan” dan tempat bertapa Kyai Mataram)

Sekian perjalanan gw di Jember karena dari Jember abang gw ngajakin nyebrang ke Bali (Jember-Bali cuma 5 jam pake kendaraan darat). C u @Happy Holiday part 3: Bali :D:D:D:D:D:D:D


Kamis, 07 Juli 2011

Happy Holiday part 1: Pontianak

Libur tlah tiba..Libur tlah tiba..hore..hore..horeeeeee
hohoho berhubung liburan tlah tiba & bokap juga udah pensiun alhasil liburan sekolah kali ini terasa sangat menyenangkan. Seolah hendak membalas dendam momen2 liburan yang lalu2 dimana perjalanan liburan sangat terbatasi karna bokap kerja, akhirnya liburan kali ini ortu gw ngajak kami (gw dan ade gw) untuk menghabiskan waktu liburan ke beberapa tempat..berasa roadshow booooooo hahahahahaha, here we gooooooo!!!!

First Destination: Pontianak

Berangkat dari rumah pkl. 04.00 WIB menuju bandara Soeta (kami ikut penerbangan pertama pkl. 06.00 WIB) tapi harus mengalami kekecewaan krn pesawat yg hendak kami tumpangi mengalami kendala sehingga jadwal penerbangan di-delay (huffttt)

Setelah 1 jam menunggu akhirnya tibalah pesawat yg ditunggu2 & seketika pula kami bersiap untuk terbang menuju kampung halaman bokap, yaitu Pontianak, Kalimantan Barat. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit dari bandara Soeta menuju bandara Supadio. sesampainya di Pontianak, kami disambut oleh hangatnya cuaca yang (jujur) masih sangat alami.

Salah satu propinsi di Indonesia yang dilewati oleh garis khatulistiwa ini menawarkan sejumlah eksotisme khas daerah tropis yang mayoritas penduduknya adalah etnis Tionghoa, makanya tidak mengherankan jika disini para pedagang di pasar, penjual makanan, penjual ikan asin, pemilik toko bahkan tukang koran & anak jalanan didominasi oleh manusia2 berkulit putih+bermata sipit (ras mongoloid) hehehehe. Pada dasarnya Pontianak merupakan kota yang tidak terlalu besar sehingga untuk mengitari kota ini tidak membutuhkan waktu lama, ditambah kemacetan yang tidak pernah gw temui baik di pagi hari, siang, sore bahkan malam (berbanding terbalik dgn kondisi jalanan kota Jakarta yaa!!!). Gw bisa menikmati jalan2 di Pontianak tanpa harus mengalami tekanan batin+emosi jiwa akibat kemacetan, disini mayoritas penduduknya menggunakan sepeda/motor.


Perjalanan liburan gw dimulai pada malam hari (seusai sholat magrib) karena pagi-sore kami sibuk melepas rindu dgn nenek-kakek tercinta xixixixixi. Tapi wisata kulinernya udah dimulai sejak kaki ini menginjakkan tanah kelahiran bokap gw hehehe, wisata kuliner diawali dgn mencicipi sate sapi kuah yang terletak persis di depan RS. Antonius (tmp lahirnya abang gw hohoho). Seporsi sate sapi kuah didampingi es air tahu cukup menggelitik lidah gw hmmmmm nyam..nyam..nyam

Di malam hari, kami diajak om untuk nyobain sensasi makan duren (bukan duda keren loh!!!) pinggir jalan *gileeeee...harga durennya berkisar 5-35rb/buah!! mantap tenan ini mah :D:D:D. Puas menyantap duren, wiskul berlanjut ke warung makan kwetiaw sapi yang maknyusssss bgt!! ditemani es jeruk besar (maksudnya es jeruk yang berasal dari sari jeruk pontianak, orang sana biasa menyebutnya dgn istilah jeruk besar) wuihhhh rasanya gw pengen bawa pulang tu abang penjualnya huahahahahaha

Keesokan hari (tepatnya pkl. 05.00 WIB, Pontianak masih termasuk kawasan WIB) kami mengawali hari dgn mengunjungi kedai kopi di jalan Tanjung Pura (orang pontianak atau lebih tepatnya para engkoh2 biasa memulai hari dgn minum kopi di kedai, sama seperti kebiasaan org Aceh). Gw memesan secangkir kopi+pisang goreng selai (pisang goreng pontianak dilumuri selai srikaya homemade) Subhanallah nikmat bgt!!!..*ni cemilan wajib kalian cicipi klo berkesempatan mengunjungi Pontianak


Setelah ngopi, kami menikmati aroma sungai sambil melihat kapal2 berlayar kesana-kemari di kawasan Sungai Kapuas. Oh iya denger2 kalau kita meminum air kapuas maka kita ga akan rela meninggalkan kota Pontianak loh! hahahaha
Perjalanan berlanjut ke daerah sungai kakap (kalau di Jakarta mungkin kayak Muara Karang), kata om gw wilayah sungai kakap merupakan sentra penjualan ikan segar+ikan asin. Di daerah ini pula kami membeli pisang nipah yang biasa dijadikan pisang goreng khas pontianak (klo yg biasa di jual di Jakarta itu pake pisang kepok bukan pisang nipah, kalian diboongin klo ada yg bilang "jual pisang goreng pontianak" hehehe). Pisang nipah ini adalah buah khas wilayah sungai kakap yang agak susah untuk dibudidayakan di daerah lain (bahkan pontianak sekalipun)

Selama di Pontianak gw usahakan untuk nyoba mencicipi kuliner2 asli Kalimantan Barat yang ga ada di Jakarta. Salah satunya adalah Bubur Padas khas Sambas, bubur ini mirip banget sama bubur Manado cuma rasanya lebih cocok di lidah gw karena menggunakan banyak rempah & rasanya pedas yummyyyyyyyAda lagi es Shanghai yang bentuknya unik karena menyerupai piramid es dan sangat menyegarkan. Kalau cuaca lagi agak dingin, paling enak minum air tahu hangat yaitu sari tahu (kayak sari kacang kedelai rasanya) dicampur kembang tahu. dan banyak lagi kuliner2 khas lainnya yg sayang utk dilewatkan :DLalu ada bubur iga, yaitu bubur nasi disiram kuah sup Iga ya ampuuuuunnnn rasanya enak buangetttttt!!!! apalagi ditambah perasan jeruk limau+sambal Cina duhhhhhh pengen nambah 5 porsi jadinya (rakus itu mah namanya wkwkwkwkwkwk). Kalau mau makan bubur ini kalian bisa ke wilayah Jeruju, gw ga tau apakah memang bubur iga ini merupakan makanan khas Kalbar atau hasil modifikasi etnis Tionghoa yang tinggal disana. Di wilayah Jeruju ini juga ada berita heboh mengenai Mayat Tancap. Ceritanya ada seorang dukun beranak yang punya ilmu hitam (kata warga sekitar, dukun tsb sering melayani praktek aborsi & ga mau melepas 'ilmu'nya sampai akhir hayat), karena 'ilmu'nya belum hilang maka ketika diarak utk dikuburkan mayatnya keluar dari keranda karena jatuh dan tertancap di lumpur sekitar 100m dari liang kuburnya. Posisi mayat tsb dalam keadaan berdiri dan ga ada yg bisa 'nyabut' mayat tsb dari lokasi tancapnya. Kata tetua adat di sana, mayat tsb baru bisa diangkat pada hari ke 100 meninggalnya dukun tsb (pas gw di Pontianak baru hari ke 14 kematian dukun tsb). Akibat pemandangan ini wilayah jeruju ramai banget didatangi org2 yg mau ngeliat si Mayat Tancap itu hiiiiiii..seremmmm
Yang kasian tu engkoh pemilik salah satu toko bangunan di sekitar situ karna mayatnya tertancap tepat di depan tokonya (ga tepat2 bgt sih, tapi cukup dekat huhuhuhu). Si engkoh ini bikin sayembara (ceilah) barangsiapa yg mau jagain tokonya di malam hari akan dibayar 1jt/malam karena gara2 kejadian ini para pegawainya pada kabur semua. Gosipnya tiap malam keluarga engkoh ini sering denger suara2 gaib gitu deh..Wallahuallam :D

Ada lagi hal unik yang gw temui yaitu ketika gw belanja ke pasar tradisional. Klo di Jakarta, pedagang di pasar mayoritas pribumi+lagu dangdut menggema di seantero pasar (lebay bgt gw hahaha), nah di Pontianak justru lagu mandarin yang diputar untuk menemani para pedagang+pengunjung melakukan aktivitas jual-beli di pasar, maklum di Pontianak etnis Tionghoa mendominasi hampir 70% jumlah penduduk. Di sini juga dijual koran/majalah berbahasa Cina, kata bokap gw sih di Pontianak ada penerbitan yang mengkhususkan diri menerbitkan koran seperti itu (sayang gw blm sempet mampir ke sana). Di Pontianak juga ada terminal bus yang melayani perjalanan menuju Kuching,Malaysia..maklum dari Kalimantan Barat ke Serawak itu jaraknya ga begitu jauh. Bahkan kata sepupu gw yang tinggal di Sanggau, dari Sanggau ke Serawak(Kuching) cuma 1 jam pake motor ckckckcck..pantesan aja sepupu gw ini klo beli biskuit/baju bahkan telor asin aja di sana (sempet kesel jg sih karna dy mengkhianati bangsa sendiri huhhh)

Tapi sayang karena gw harus mengunjungi tempat lain alhasil banyak tempat yg blm bisa gw kunjungi, seperti tugu khatulistiwa hiks..hiks..hiks(Bokap yang lagi bergaya dengan menggunakan perisai & mandau, senjata khas suku Dayak)


nb: klo mau wisata kuliner di Pontianak & sekitarnya musti hati2 & rajin2 tanya 'halal ga?' karena mayoritas yg jual etnis tionghoa non muslim jadi mereka biasa pake campuran B2 di setiap makanan. Klo maw amannya sih mendingan makan makanan yang dijual sama org pribuminya aja..lebih terjamin ke-halalannya :D

c u @Happy Holiday part 2: Jember yaa :D:D:D